Kinerja Emiten Hingga Akhir Tahun Bakal Turun 18% - Harga Komoditas Belum Pulih

NERACA

Jakarta – Jika beberapa perusahaan efek mampu mencatatkan pertumbuhan laba sepanjang kuarta tiga 2012, sebaliknya beberapa kinerja emiten masih terkoreksi akibat sentimen global. Oleh karena itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan laba emiten hingga akhir tahun bakal melambat dipicu harga komoditas baik kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan batu bara menurun.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, laba sampai akhir tahun ini bisa plus minimum 20% dibandingkan tahun lalu 38%, “Beberapa emiten yang mengalami pertumbuhan turun, yakni perusahaan pertambangan dan perkebunan. Sementara emiten konsumer, manufaktur, infrastruktur serta perbankan diperkirakan masih mengalami peningkatan,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Kata Ito, penurunan harga komoditas dinilai linear dengan kondisi emiten perkebunan dan pertambangan, khususnya batu bara. Sedangkan emiten lainnya masih bagus. Kemudian soal kapitalisasi perdagangan yang masih dikuasai oleh asing, Ito mengakui bahwa lima tahun silam kapitalisasi emiten besar masih belasan persen.

Dia mencontohkan, kapitalisasi pasar PT Astra International Tbk cuma delapan persen dari total kapitalisasi bursa. Namun saat ini, jumlah emiten yang kapitalisasi pasarnya di atas Rp100 triliun jumlahnya delapan, dibandingkan lima tahun lalu yang hanya ada tiga.

Sementara investor asing selalu melakukan "net buy" di lantai Bursa Efek Indonesia sejak 2006 hingga saat ini. Oleh sebab itu, Ito enggan menerapkan "holding period" pada saham, sebab investor asing sudah memiliki "holding period" secara otomatis, “Tidak perlu ada pembatasan seperti itu karena akan memberikan dampak buruk pada pasar modal di Indonesia," ungkapnya.

Kinerja Perusahaan Efek

Selain itu, BEI juga mencatatkan ada tiga perusahaan efek yang membukukan kenaikan laba bersih hingga September 2012. Kenaikan kinerja tersebut ada yang didukung dari kenaikan jasa manajer investasi, pendapatan atas transaksi nasabah, dan keuntungan atas portofolio efek yang telah terealisasi.

Salah satunya, PT Kresna Graha Securindo Tbk (KREN) yang membukukan kenaikan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 17,45% menjadi Rp15,25 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp12,98 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik20,90% menjadi Rp90,02 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp74,46 miliar.

Disamping itu, perseroan juga mencatatkan kenaikan keuntungan portofolio efek yang terealisasi menjadi Rp51,76 miliar hingga kuartal ketiga 2012 dari periode sama sebelumnya Rp32,77 miliar. Pendapatan dari transaksi pendapatan tetap perseroan naik menjadi Rp2,81 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,03 miliar.

Sementara pendapatan lain-lain perseroan naik menjadi Rp8,14 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp6,57 miliar. Selain itu, ada PT Panin Sekuritas Tbk mencatatkan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 30,52% dari Rp125,35 miliar hingga kuartal ketiga 2011 menjadi Rp163,62 miliar hingga kuartal ketiga 2012.

Pendapatan usaha perseroan naik 32,45% menjadi Rp309,77 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp233,87 miliar. Jasa manajer investasi mendukung kinerja PT Panin Sekuritas Tbk dari Rp84,90 miliar hingga September 2011 menjadi Rp160,75 miliar hingga September 2012. Pembiayaan transaksi nasabah perseroan naik menjadi Rp60,03 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp53,63 miliar.

Keuntungan atas perdagangan efek yang telah terealisasi naik menjadi Rp40,59 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp10,55 miliar. Sementara itu, PT Reliance Securities Tbk (RELI) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik6,62% menjadi Rp28,84 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp24,73 miliar.

Pendapatan usaha perseroan naik 18,40% menjadi Rp59,69 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp55,98 miliar.Pendapatan perseroan didukung dari pendapatan atas pembiayaan transaksi nasabah naik menjadi Rp23,90 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp18,67 miliar.

PT Majapahit Securities Tbk (AKSI) mencatatkan laba bersih senilai Rp1,21 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya rugi Rp11,14 miliar. Penghasilan usaha perseroan naik menjadi Rp5,59 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp4,27 miliar.

Perseroan mencatatkan laba atas perdagangan efek terealisasi menjadi Rp394,58 juta hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya rugi Rp10,19 miliar. Selain itu bunga marjin naik menjadi Rp1,59 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,53 miliar. Penghasilan bunga deposito perseroan naik menjadi Rp1 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp701,95 juta.

Sedangkan PT HD Capital Tbk (HADE) mencatatkan penurunan laba signifikan menjadi Rp586,55 juta hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,96 miliar. Pendapatan perseroan naik menjadi Rp12,77 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp10,34 miliar.

Direktur Utama PT HD Capital Tbk Anthony Kristanto pernah bilang, penurunan laba itu karena ada biaya yang meningkat untuk promosi online trading dan teknologi informasi. Selain itu, transaksi marjin berkurang. “Dengan situasi bursa saham yang volatile membuat pelaku pasar tidak berani menggunakan margin,”katanya.

Tahun ini kinerja didukung dari corporate finance sekitar 20% dibandingkan kontribusi saham equity. Hal itu dikarenakan margin berkurang sehingga bunga margin berkurang.Sehingga membuat pendapatan lain-lain juga berkurang.

Kalau melihat laporan keuangan perseroan, PT HD Capital Tbk mencatatkan kenaikan untuk jasa penasehat keuangan dari Rp793,75 juta hingga September 2011 menjadi Rp1 miliar hingga September 2012. Pendapatan escrow agent naik menjadi Rp200,50 juta hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp64,84 juta.

Selain itu, kinerja perusahaan efek lain seperti PT Minna Padi Investama Tbk mencatatkan laba bersih turun menjadi Rp10,25 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp34,39 miliar. Pendapatan usaha perseroan turun menjadi Rp17,39 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp39,31 miliar. Perseroan mencatatkan penurunan keuntungan atas perdagangan efek yang belum terealisasi dari Rp19,34 miliar hingga September 2011 menjadi Rp1,46 miliar hingga September 2012. Keuntungan atas perdagangan efek yang telah terealisasi turun menjadi Rp11,33 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp17,15 miliar.

PT Panca Global Securities Tbk (PEGE) membukukan penurunan pendapatan menjadi Rp23,39 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp25,59 miliar. Laba bersih perseroan naik tipis 0,5% menjadi Rp13,50 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp13,43 miliar.

Sedangkan PT Onix Capital Tbk (OCAP) mencatatkan rugi bersih menjadi Rp8,40 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,81 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp5,57 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,19 miliar. Perseroan mencatatkan komisi perantara pedagang efek naik menjadi Rp5,49 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,24 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Momentum Tahun Politik - BBJ Incar Transaksi Tumbuh 15% di 2019

NERACA Jakarta – Momentum tahun politik di 2019, tidak membuat kekhawatiran bisnis perdagangan bursa komoditi ikut lesu. Namun demikian PT…

Gubernur Sumsel Minta DPR RI Perjuangkan Harga Karet

Gubernur Sumsel Minta DPR RI Perjuangkan Harga Karet NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta kepada DPR…

Hingga Oktober 2018, Ekspor Sepeda Motor Tembus 510 Ribu Unit

Industri sepeda motor di Indonesia semakin agresif menembus pasar ekspor. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan produktivitas sejumlah produsen sepeda…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Optimis Target 7000 Investor Tercapai

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta optimistis mampu meraih target sebanyak 7.000 investor hingga akhir tahun ini seiring dengan berbagai…

Intikeramik Bidik Rights Issue Rp 463,8 Miliar

Cari modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) akan menawarkan sebanyak 3,86 miliar saham baru seri…

Adira Bagikan Hasil Sukuk Rp 7,77 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membagikan hasil sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance…