Kejar Target Dana Rp 100 Miliar, Panin Siasati Dengan Produk Baru - Luncurkan Reksa Dana Prioritas

NERACA

Jakarta- Tahun 2012 yang hanya tinggal dua bulan tidak menyurutkan perusahaan sekuritas untuk meluncurkan berbagai produk baru. Seperti halnya yang dilakukan oleh PT Panin Asset Management, pada kuartal akhir tahun ini perusahaan kembali menerbitkan produk reksa dana konservatif, yaitu reksa dana Panin Dana Prioritas.

Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan, reksa dana Panin Dana Prioritas merupakan reksa dana campuran konservatif yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang relatif lebih stabil. Kebijakan investasi dalam produk reksa dana konservatif ini, kata Ridwan cenderung pada obligasi dibandingkan saham, “Kebijakan investasi pada efek bersifat ekuitas sebesar 5%-30%, sedang pada efek bersifat utang dan efek pasar uang sebesar 5%-79%,”katanya di Jakarta (31/10).

Dengan form kebijakan investasi tersebut, lanjut Ridwan, akan menjadi magnet untuk menarik investor, khususnya investor yang memiliki profil risiko moderat. Selain itu, kata dia, jangka waktu berinvestasi melalui reksa dana panin dana prioritas tidak kurang dari 2 tahun. “Risikonya pun terbilang lebih kecil dan terukur, jadi cocok untuk investor dengan profil risiko moderat.” tandasnya.

Menurut Ridwan, pemegang unit penyertaan reksa dana panin dana prioritas dapat memperoleh manfaat investasi seperti pengelolaan secara profesional, diversifikasi investasi, likuiditas, kemudahan investasi, fleksibilitas investasi, dan transparansi. Dengan begitu pihaknya optimistis, dengan adanya produk baru ini dapat menambah investor sekaligus dana kelola perusahaan. “Target dana kelola diperkirakan bisa sebesar Rp100 miliar di akhir tahun 2012.” ujarnya.

Dengan kondisi bursa saham yang semakin volatile dan yield obligasi, manager investasi menargetkan tingkat return 10% per tahun. Nilai investasi untuk produk baru ini, lanjut Ridwan, minimal sebesar Rp250 ribu investor.

Sebelumnya, Head of Retail Manager Panin Aset Management R.G Andriyanto mengatakan, meskipun Indeks Harga Saham (IHSG) masih fluktuatif, beberapa waktu ke depan diyakini akan kembali rebound. Banyaknya dana asing yang keluar disebabkan pengaruh krisis global Eropa, kata dia, bukan hambatan yang berarti bagi pertumbuhan reksa dana.“Kami optimis investasi dalam bentuk reksa dana tetap akan mengalami pertumbuhan karena sebenarnya penurunan investasi yang terjadi hanya kekhawatiran investor,” jelasnya.

Dia menilai, reksa dana saham sejauh ini berada pada peringkat atas, kemudian reksa dana pendapatan tetap dan campuran karena dinilai lebih aman. Investor agresif biasanya lebih berminat pada jenis reksa dana saham karena meskipun nilai risikonya tinggi, reksa dana saham menawarkan potensi return yang tinggi.

Untuk total aset yang dikelola manajemen per September 2012, pihaknya mencatat sebesar Rp10,05 triliun dengan Rp85,51 miliar di reksa dana saham dan campuran. Sementara sepanjang tahun 2012, perusahaan telah menerbitkan beberapa produk baru reksa dana, seperti panin dana bersama plus, panin dana syariah saham, panin dana syariah berimbang, dan panin dana likuid.

Adapun yang mencatatkan dana kelola produk reksa dana tertinggi per September 2012, yaitu panin dana maksima, yaitu sebesar Rp5,115 miliar, dan panin dana prima sebesar Rp1,395 miliar. Kedua produk tersebut tercatat sebagai produk reksa dana saham. (lia)

BERITA TERKAIT

BYAN Miliki 100% Saham Kangaroo Resources

Perluas portofolio investasinya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada tanggal 11 Desember melakukan pembelian 1.5 miliar lembar saham atau 43,95%…

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…