Menanti Sentimen Laporan Keuangan, IHSG Bakal Menguat

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan Senin awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 7,788 poin (0,18%) ke level 4.331,365. Sementara Indeks LQ45 berkurang 2,059 poin (0,27%) ke level 747,544. Sikap investor yang masih wait and see memicu indeks BEI bergerak melemah lantaran investor masih belum semangat meski banyak laporan kinerja emiten yang rata-rata positif.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, indeks masih terkoreksi meski transaksi perdagangan saham ramai, “Meski ada sentimen positif dari pertumbuhan PDB AS serta data ekonomi, namun IHSG BEI ditutup melemah tipis seiring dengan sentimen negatif dari bursa regional menyusul laporan keuangan perusahaan di AS yang di bawah estimasi,”katanya di Jakarta, Senin (29/10).

Dia mengemukakan, ekonomi AS kuartal III 2012 tumbuh dua persen lebih tinggi dari estimasi yang sebesar 1,8 persen. Ekonomi AS itu didorong oleh belanja konsumen, pertahanan, dan konstruksi perumahan.

Di sisi lain, lanjut dia, kekhawaatiran dari masalah utang Eropa kembali muncul setelah Menteri Keuangan Jerman menyatakan keraguannya terhadap Yunani yang dapat memenuhi persyaratan untuk menerima dana bantuan berikutnya.

Berikutnya, Purwoko memproyeksikan, IHSG masih akan bergerak moderat dengan kecenderungan melemah mengikuti bursa regional. Pasar juga masih menanti keluarnya pengumuman kinerja emiten untuk kuatal III 2012.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham komoditas terutama perkebunan dan tambang, terkena koreksi paling dalam akibat tekanan jual. Saham-saham infrastruktur dan perdagangan masih diburu sehingga bisa menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 109.092 kali pada volume 4,58 miliar lembar saham senilai Rp 4,375 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 129 saham stagnan. Bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan awal pekan dengan kompak melemah di zona merah. Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global menjadi sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indosat (ISAT) naik Rp 400 ke Rp 6.600, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 225 ke Rp 5.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 20.100, dan Mandom (TCID) naik Rp 200 ke Rp 8.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 950 ke Rp 53.250, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 12.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.650, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 350 ke Rp 9.350.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah tipis 4,540 poin (0,10%) ke level 4.334,613. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,326 poin (0,18%) ke level 748,277. Sejak awal perdagangan indeks sudah terkena koreksi sehingga sama sekali tidak menyentuh teritori positif. Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks hari ini adalah 4.315,141.

Saham-saham komoditas turun paling tajam, dibuntuti oleh saham-saham konstruksi dan konsumer. Dua sektor masih berhasil menguat, yaitu aneka industri dan infrastruktur, tapi belum kuat mendorong indeks ke zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.338 kali pada volume 1,987 miliar lembar saham senilai Rp 2,14 triliun. Sebanyak 81 saham naik, sisanya 108 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indosat (ISAT) naik Rp 400 ke Rp 6.600, Mandom (TCID) naik Rp 300 ke Rp 8.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 20.050, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 150 ke Rp 4.925.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 800 ke Rp 53.400, Multi Prima (LPIN) turun Rp 350 ke Rp 9.350, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 15.800, dan Lippo General Insurance (LPGI) turun Rp 200 ke Rp 1.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 9,84 poin atau 0,23% ke posisi 4.329,31. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,51 poin (0,33%) ke level 747,09. Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi mengatakan, data-data ekonomi AS terutama data "durable goods orders", klaim pengangguran, produk domestik bruto (GDP) kuartal III 2012 dan konsumsi memberikan sentimen utama terhadap pergerakan indeks BEI, “Selain itu, antisipasi terhadap laporan keuangan emiten III 2012 serta data personal 'income' dan personal 'spending' AS juga akan memberikan sentimen tambahan," katanya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 12,67 poin (0,06%) ke level 21.558,24, indeks Nikkei-225 naik 26,63 poin (0,30%) ke level 8.959,69, dan Straits Times melemah 8,19 poin (0,27%) ke level 3.049,32. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…

Topang Pendapatan Taksi - Blue Bird Tancap Gas Bisnis Armada Rental

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus ekspansi dengan menambah armada baru. Dimana tahun ini,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…