Gali Dana Segar, Garuda Indonesia Dorong GMF AeroAsia Segera IPO

Senin, 29/10/2012

NERACA

Jakarta- PT GMF AeroAsia, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) ditargetkan siap melepas sahamnya ke publik dengan menggelar penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal ketiga tahun 2013.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT GMF Aeroasia Richard Budihadianto di Jakarta akhir pekan kemarin. Richard mengakui, sejauh ini komposisi pendapatan perusahaan mayoritas atau sebesar 70% masih berasal dari order induk perusahaan atau Garuda Indonesia, dan selebihnya merupakan dana dari pihak lain, “Ternyata untuk IPO, tidak dipersyaratkan bahwa pendapatan tidak boleh mayoritas dari induk perusahaan, ketentuannya hanya menyarankan 50% pendapatan dari orderan induk perusahaan, dan sisanya 50% dari pihak luar,” jelas Richard.

Menurutnya, dana yang diperoleh dari hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja dan pengembangan perusahaan dalam jangka waktu panjang atau sekitar 15-20 tahun ke depan. “Kemungkinan dananya akan digunakan untuk mendukung pembangunan hanggar untuk merawat pesawat di wilayah Indonesia timur, dan akan dikembangkan di Medan dan Makasar,” jelasnya.

Perbaikan fasilitas dan perbaikan hanggar tersebut, kata Richard dimaksudkan untuk memperbesar kapasitas pesawat yang porsi terbesarnya masih di Garuda. Sejauh ini pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pendapatan melalui kerjasama dengan maskapai-maskapai luar negeri. Salah satunya yaitu menjalin kerjasama dengan pabrikan pesawat Airbus asal Prancis yang telah menunjuk GMF sebagai pusat remote training center di dunia.

“Selain kualitas sumber daya manusia GMF akan lebih baik, peluang usahanya juga besar, mengingat setiap maskapai yang membeli pesawat Airbus, harus ditraining dahulu, dan kami siap untuk ini,” pungkasnya.

Kontribusi

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan rencana IPO GMF AeroAsia yang diprediksikan dapat mengurangi pendapatan Garuda karena kontribusi signifikan berasal dari GMF.

Kata Emirsyah, saat ini rencana pelepasan saham GMF ke publik masih dalam kajian pihak financial Mandiri Sekuritas, dan diperlukan persetujuan para pemegang saham untuk bisa melaksanakan IPO. “Mandiri Sekuritas laporan finalnya belum selesai. PT GMF masih mayoritas pendapatan dari Garuda sehingga belum bisa di go public tahun ini.” ujarnya.

Menurut Emirsyah, rencana pelaksanaan IPO terhadap salah satu anak perusahan dilakukan agar bisa melakukan ekspansi. Dengan adanya dana segar yang diperoleh dari IPO, kata dia, anak usaha tidak tergantung kepada induknya, namun secara konsolidasi diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap perseroan.

Asal tahu saja, tidak hanya PT GMF AeroAsia saja yang bakal IPO. Selain itu ada Citilink yang juga merencanakan IPO pada tahun 2015. Direktur Utama Citilink Arif Wibowo pernah bilang, rencana IPO baru dapat dilakukan bila Citilink sudah mencatatkan keuntungan sebanyak dua kali dan performa perusahaan berkembang, “Kalau 'profit' dan 'growth' sudah terpenuhi, maka kita IPO,"tandasnya

Dia menambahkan, sejumlah persiapan IPO sudah dilakukan perseroan seperti kebutuhan awak pilot harus tercukupi dan penambahan armada. Hingga Oktober 2012, Citilink akan memiliki 21 pesawat. Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang baru saja spin off ini, terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan untuk lebih mandiri dari pendanaan induk usaha. (lia)