RS Omni Targetkan Dana Rp 100 Miliar Dari IPO - Lepas 25% Saham Tahun Depan

NERACA

Jakarta – Rencana rumah sakit Siloam go public, rupanya bakal di ikuti oleh rumah sakit Omni yang akan masuk ke pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Rencananya, rumah sakit Omni akan melepas 25% sahamnya ke publik pada awal tahun depan.

Direktur Utama PT Lautandhana Securindo Wientoro Prasetyo yang juga sebagai penjamin emisi menuturkan, perseroan akan go public pada Januari 2013,. “Perseroan akan menggunakan laporan keuangan Juni 2012 untuk melakukan penawaran saham perdana dan diharapkan efektif pada Desember 2012,”katanya di Jakarta, Rabu (24/10).

Dia mengungkapkan, perseroan menargetkan dana sekitar Rp 100 miliar dari penawaran saham perdana. Nantinya, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi dna pembayaran utang. Saat ini Rumah Sakit Omni memiliki dua rumah sakit di Alam Sutera dan Pulomas. Perseroan berencana untuk memperluas rumah sakit di Alam Sutera. Adapun pencatatan saham perdana Rumah Sakit Omni dapat dilakukan pada Januari 2013.

Sebelumnya, Grup Lippo melalui PT Lippo Karawaci Tbk berencana melepas sekitar 30% saham Siloam Hospital ke bursa melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) selambat-lambatnya akhir 2012.

Chief Executive Officer (CEO) Grup Lippo James Riady mengatakan, rencana pencatatan saham perdana tersebut memang telah digariskan dari grup, dan pihaknya kini memperkuat nilai perseroan merespons rencana tersebut. "Tahun depan kami berharap bisa dilepas. saat itu nilai kapitalisasi kami telah meningkat menjadi US$ 3,5 miliar dari posisi sekarang sekitar US$ 1 miliar,"katanya.

Direktur Siloam Hospital, Tunggul D. Situmorang membenarkan aksi korporasi selanjutnya dari induk usahanya perusahaan tersebut. "Kamis sudah mempersiapkan rencana tersebut. Semuanya ada ditangan pak James,” tegas dia.

Kelompok usaha milik Mochtar Riady tersebut menargetkan pendapatan senilai US$ 600 juta dari divisi bisnis dalam lima tahun mendatang, seiring dengan upaya grup mendongkrak nilai asetnya menjadi US$ 8 miliar.

Tunggul berharap, dengan IPO Siloam Hospital dapat dikenal masyarakat lebih luas. Selain itu mememperkaya perawatan instansinya dengan kehadiran MRCCC Siloam Semanggi sebagai Rumah Sakit Khusus Kanker Swasta Pertama dan Terbesar di Indonesia. "Sebanyak 8 juta atau 13% dari penyebab kematian orang meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia karena penyakit kanker. Bahkan di seluruh dunia, lebih dari 10 juta orang terdiagnosa kanker setiap tahun, di mana 70% dari populasi tersebut adalah masyarakat menengah ke bawah," jelanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…