Wait And See Investor Picu IHSG Bergerak Terbatas

Senin, 22/10/2012

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi 25,712 poin (0,59%) ke level 4.331,254. Sementara Indeks LQ45 melemah 5,326 poin (0,70%) ke level 750,303. Pelemahan indeks dipicu aksi ambil untung pelaku pasar lantaran indeks sudah naik tinggi sejak enam perdagangan terkahir dan masuk area jenuh beli.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, aksi ambil untung menjadi pemicu pelemahan indeks akhir pekan, “IHSG BEI pada perdagangan akhir pekan ini ditutup melemah didorong oleh aksi 'profit taking' yang dilakukan pemodal,”katanya di Jakarta akhir pekan pekan kemarin.

Dia menambahkan, pasar juga masih menanti hasil pertemuan pemimpin-pemimpin negara Uni Eropa saat ini yang berlangsung dua hari untuk membahas kelanjutan masalah utang di Eropa. Dia menuturkan, pelemahan bursa juga terjadi di kawasan Asia yang ditutup melemah disebabkan oleh laporan keuangan perusahaan Google yang lebih rendah dari perkiraan sehingga menyebabkan turun saham-saham teknologi.

Selain itu pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari kenaikan klaim tunjangan pengangguran AS. Berikutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak mixed terbatas di kisaran 4.305-4.350 poin. Pasar masih akan mengambil langkah "wait and see" sampai laporan keuangan keluar pada minggu depan.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, aksi ambil untung dilakukan oleh seluruh lapisan investor, terutama investor lokal. Beberapa investor masih ada yang memburu saham, terlihat dari transaksi asing yaitu pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 7,08 miliar miliar di seluruh pasar.

Dua sektor berhasil menguat, sektor konsumer dan konstruksi. Sayangnya, delapan sektor jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung. Nilai transaksi perdagangan naik cukup tinggi akibat transaksi tutup sendiri di saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) oleh CLSA Indonesia (KZ) senilai Rp 1,9 triliun di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.556 kali pada volume 5,3 miliar lembar saham senilai Rp 6,266 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 135 saham turun, dan 103 saham stagnan. Sementara bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan bergerak mixed. Sentimen negatif dari pasar global menghambat laju penguatan bursa Asia sehingga hanya pasar saham Hong Kong dan Jepang yang menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 3.250 ke Rp 156.500, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 22.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 51.100, dan (PANS) naik Rp 300 ke Rp 2.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 239.000, Indocement (INTP) turun Rp 600 ke Rp 21.500, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 4.475, dan PGN (PGAS) turun Rp 200 ke Rp 4.250.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 18,929 poin (0,43%) ke level 4.338,037. Sementara Indeks LQ45 turun 3,034 poin (0,40%) ke level 752,595. Indeks hanya sempat menanjak hingga 4.361,746 sebelum akhirnya ambles ke zona merah. Aksi jual ini terus menahan indeks berada di teritori negatif sejak pagi hingga siang.

Seluruh sektor industri di lantai bursa berada di dalam tekanan jual. Koreksi paling dalam diderita aneka industri. Satu sektor berhasil menguat, yaitu sektor konsumer. Nilai transaksi perdagangan naik cukup tinggi akibat transaksi tutup sendiri di saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) oleh CLSA Indonesia (KZ) senilai Rp 1,9 triliun di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 55.720 kali pada volume 2,866 miliar lembar saham senilai Rp 3,645 triliun. Sebanyak 71 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 51.550, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 150 ke Rp 2.350, XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 7.350, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 19.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 21.750, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 300 ke Rp 3.725, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 2.500, dan Bayan (BYAN) turun Rp 200 ke Rp 10.450.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,67 poin atau 0,06% ke posisi 4.359,63. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,67 poin (0,09%) ke level 756,31, “IHSG BEI dibuka meningkat, sementara bursa Asia dibuka bervariasi seiring minimnya sentimen baru di regional dan faktor koreksi di bursa global tadi malam," kata Analis Samuel Benedictus Agung.

Dia menambahkan, potensi aksi ambil untung (profit taking) cukup besar seiring IHSG BEI telah mengalami penguatan sekitar 1,7%, “Beberapa sektor yang telah menguat signifikan seperti semen, perbankan dan otomotif cukup rawan 'profit taking'," kata dia.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 102,07 poin (0,48%) ke level 21.518,71, indeks Nikkei-225 naik 176,31 poin (2%) ke level 8.982,86, dan Straits Times menguat 13,08 poin (0,43%) ke level 3.058,75. (bani)