Bumi Plc Tetap Lakukan Investigasi BUMI

Tolak Tukar Guling Saham

Jumat, 19/10/2012

NERACA

Jakarta – Guna menunjukkan itikad baik, grup Bakrie berjanji akan kooperatif dalam investigasi independen yang dilakukan Bumi Plc terkait dugaan penyimpangan laporan keuangan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), “Kami kooperatif terhadap Bumi Plc,"kata Vice President Grup Bakrie Christopher Fong di Jakarta, Kamis (18/10).

Namun dirinya belum mau menjelaskan lebih jauh soal investigasi tersebut. Sebelumnya, Bumi Plc menegaskan investigasi independen atas penyimpangan keuangan di BUMI tetap akan dilanjutkan kendati Grup Bakrie telah mengajukan proposal tukar guling saham.

Kendatipun demikian, Bumi Plc tetap menolak memberikan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) kepada Grup Bakrie. Adapun Bakrie sudah menawar 85% saham BRAU yang dimiliki Bumi Plc senilai US$ 950 juta (Rp9,1 triliun). Salah satu sumber, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/10) mengatakan, pemegang saham Bumi Plc akan memilih untuk menjaga 85% saham BRAU. Pasalnya, Bumi Plc masih ingin menjadi pemimpin pasar batu bara.

Sementara, sejumlah sumber lain mengatakan, Bumi Plc mempertanyakan apakah Grup Bakrie yang sekarang ini dibebani utang yang sangat besar bisa meningkatkan dana tunai yang diperlukan.

Sebagaimana diketahui, dalam proposal yang disampaikan PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) menyebutkan, grup Bakrie akan melepas kepemilikan di Bumi PLC sebesar 23,8% untuk ditukar dengan 10% kepemilikan di BUMI. Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9% sisa saham Bumi PLC di unit usaha Indonesia senilai US$ 278 juta (Rp2,6 triliun). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29% saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi PLC.

Kemudian dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi PLC, yakni 85% saham di PT Berau Coal Energy senilai US$ 950 juta (Rp9,1 triliun). Sementara Bapepam LK mengaku belum mendapat laporan mengenai hasil audit Bumi Plc terhadap keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), “Belum. Saya belum mendapatkan laporannya,”kata Plt Ketua Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ngalim.

Dalam masalah terebut, Bapepam-LK hanya akan melakukan investigasi terhadap perusahaan afiliasinya di Indonesia, jika bersifat material dan merugikan saham publik. Langkah ini pun dilakukan guna menindaklanjuti permintaan Bumi Plc, perusahaan yang tercatat di Bursa London terkait dugaan penyimpangan keuangan perusahaan afiliasinya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). "Jadi Bapepam-LK masih menunggu hasil keseluruhan audit dari Bumi Plc," tegasnya

Menurutnya, kalau material harus didisclose. "Tapi kalau ternyata tidak ada penyimpangan, ya nggak usah. Kita domain di pasar modal. Kalau berantemnya bapak-anak ini mengakibatkan kerugian khalayak ramai, baru Bapepam-LK," ucapnya.

Konflik Nathaniel Rotschild, direktur independen Bumi Plc. dengan keluarga Bakrie bukan yang pertama. Sebelumnya di 2011, pria yang akrab disapa Nat ini meminta pembersihan di dalam manajemen keuangan Bumi Resources menyusul keinginan percepatan pembayaran utang.

Namun kenginan Nathaniel membersihkan manajemen Bumi Resources tidak cukup kuat melawan kelompok Bakrie. Justru perselisihan tersebut berujung dengan didepaknya Nathaniel dari kursi co-chairman dan menjadi direktur independen Bumi Plc. (bani)