BTN Dominasi Market Share KPR FLPP Sampai 99%

Kinerja BTN Tumbuh 45,10% dan Kredit Tumbuh 29,86%

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimis pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan melesat tinggi sepanjang kuartal ke empat tahun 2012. Optimisme ini didukung dampak yang akan muncul pasca dikeluarkannya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batasan ukuran rumah yang dapat diberikan KPR melalui kredit program dengan minimal ukuran 36 M2.

Menurut Direktur BTN Iqbal Latanro, keputusan ini akan berdampak posistif bagi terbukanya bisnis pembangunan perumahan untuk tipe rumah di bawah 36 M2 yang sebelumnya sempat tertahan. Namun sekarang kalangan developer sudah siap melanjutkan kembali pembangunannya guna mendapatkan dukungan kredit perbankan.

Iqbal berpendapat, bahwa keputusan MK ini dapat mendukung tumbuhnya pembiayaan kredit perumahan pada umumnya. “Kami cukup gembira dengan keputusan MK tersebut karena dengan itu peluang bisnis perumahan untuk rumah dibawah tipe 36 M2 terbuka untuk tumbuh lebih besar sampai dengan akhir tahun 2012,” jelas Iqbal saat paparan kinerja Bank BTN Q 3 di Jakarta, Rabu (17/10).

Sepanjang triwulan ketiga 2012, kinerja BTN masih menunjukkan konsistensi pada core business dalam pembiayaan industri perumahan. Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi yaitu 86,32% dari total kredit yang disalurkan Perseroan per 30 September 2012 sebesar Rp.76,57 Triliun. Sementara sisanya yang sebesar 13,68% disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Secara umum, kinerja BTN tumbuh di atas rata-rata industri. “Kami bersyukur bahwa kinerja Bank BTN Triwulan III tahun 2012 mengalami pertumbuhan lebih baik dibanding posisi yang sama tahun 2011. Dengan potret kinerja tersebut kami optimis dapat mencapai target pada akhir tahun 2012,” tandas Iqbal.

Iqbal mengungkap, berdasarkan paparan kinerja Perseroan, beberapa indikator kinerja keuangan per 30 September 2012 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2011. Semua itu dapat terlihat baik dari sisi penyaluran asset, kredit, penempatan dana oleh pihak ketiga, laba dan bahkan beberapa rasio keuangan lainnya.

Kinerja Keuangan

Dalam paparan kinerja per 30 September 2012 tersebut Bank BTN telah membukukan asset sebesar Rp.98,76 Triliun tumbuh 29,86% dibanding periode yang sama di tahun 2011 yaitu sebesar Rp.76,05 Triliun. Pada 31 Desember 2011 asset Bank BTN tercatat sebesar Rp.89,12 Triliun.

Sementara dari sisi penyaluran kredit, Perseroan mencatat pertumbuhan dari Rp.59,31 Triliun pada 30 September 2011 menjadi Rp.76,57 Triliun pada 30 September 2012. Pertumbuhan kredit ini mencapai 29,10%. Kredit Perseroan pada 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp.63,56 Triliun.

Meskipun ekspansi kredit Perseroaan terus tumbuh, Bank BTN berhasil menjaga NPL kreditnya tetap sehat. NPL (Net) Bank BTN per 30 September 2012 tercatat 2,51%. Pencapaian NPL ini lebih baik jika dibandingkan pada posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar 3,46%. NPL Bank BTN per 31 Desember 2011 sendiri tercatat 2,23%. Perseroan optimis dapat menjaga NPL walaupun kredit terus tumbuh di atas rata-rata industri.

Sementara penempatan dana pihak ketiga Perseroan tumbuh dari Rp.52,83 Triliun pada Juni 2011 menjadi Rp.69,331 Triliun pada periode yang sama tahun 2012. Dana pihak ketiga Bank BTN pada tahun 2012 pertumbuhannya mencapai 31,24%. Dana pihak ketiga Perseroan per 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp.61,970 Triliun.

Laba bersih Perseroan juga mengalami pertumbuhan 45,10% dari Rp.704 Miliar pada September 2011 menjadi Rp.1,02 Triliun pada periode yang sama tahun 2012. Laba bersih Perseroan pada 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp.1,12 Triliun.

Bank BTN mencatatkan pendapatan bunga pada 30 September 2012 sebesar Rp.6,73 Triliun atau meningkat dari periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp.5,63 Triliun. Pendapatan bunga bersih Perseroan tercatat Rp.3,53 Triliun pada September 2012 atau lebih baik dari posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp.2,66 Triliun. Pendapatan bunga bersih ini tumbuh 33%.

Perseroan pada Triwulan III tahun 2012 juga mencatatkan rasio keuangannya yang secara umum menunjukkan kinerja yang sehat. Rasio-rasio keuangan Bank BTN pada Triwulan III tahun 2012 masing-masing tercatat untuk CAR 15,22%. NIM dan ROE masing-masing tercatat 6,00% dan 19,06%.

Dengan peluang bisnis yang ada dan potensi yang dimiliki Perseroan untuk bertumbuh menjadi lebih baik, manajemen pada dasarnya optimis akan dapat mengantarkan kinerja akhir tahun 2012 memenuhi target yang ditetapkan perusahaan.

Iqbal menegaskan, Bank BTN tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas tinggi dalam pembiayaan perumahan. Perseroan juga tetap berkomitmen untuk menjalankan bisnis perusahaan sesuai dengan core business dengan melakukan perbaikan sistem dan organisasi untuk memperoleh percepatan proses bisnis yang berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan pada pelanggan. Ini sekaligus menjawab bahwa pasca IPO Bank BTN akan menjadi lebih baik dan tetap konsisten secara bisnis dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan core business Perseroan. (kam)