Tidak Perlu Dana Besar, IPO Semen Baturaja Hanya 20%

NERACA

Jakarta –Setelah PT Semen Baturaja mengantongi izin penawaran saham perdana atau IPO dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada awal tahun depan, menjadi angin segar setelah sekian lama tertunda. Namun Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan, saham yang bakal dilepas hanya 20% dan tidak lebih. Alasannya,perseroan tidak terlalu membutuhkan tambahan modal secara mendadak.

Menurutnya, untuk membiayai proyek-proyeknya, Semen Baturaja bisa memperoleh dana dari pinjaman perbankan karena dinilainya telah memenuhi syarat untuk menarik pinjaman, “Kita sepakati saham yang dilepas jangan banyak dulu 20% karena tidak terlalu butuh duit,"katanya di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, komisi VI DPR menyetujui rencana IPO Semen Baturaja sebanyak 35% dengan target Rp 1 triliun. Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menyampaikan, persetujuan privatisasi Semen Baturaja dalam program tahunan privatisasi tahun 2012 dengan melepas kepemilikan saham yang dilepas maksimal 35% termasuk kepemilikan karyawan (MSOP).

Airlangga menuturkan, pelaksanaan proses IPO harus mengutamakan transparansi dan akuntabilitas, termasuk penunjukkan penjamin pelaksana emiten beserta profesi penunjang, distribusi saham, serta penentuan waktu, jumlah dan harga.

Rencananya, Semen Baturaja bakal merealisasikan IPO pada Februari 2013. DPR memberikan catatan dalam IPO Semen Baturaja, seperti penggunaan dana, efisiensi operasional perusahaan, hingga pertanggungjawaban IPO.

Sesuai dengan rencana, dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah biaya investasi pembangunan panrik baru. Pabrik baru yang akan dibangun berlokasi di Jambi dan Sumatera Selatan dengan total investasi Rp2,5 triliun, yang akan dibiayai dari IPO sekitar Rp1 triliun, internal Rp1 triliun dan pinjaman bank Rp500 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

CLEO Serap Seluruh Dana Hasil IPO

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari hasil penawaran umum perdana saham alias initial public…

Bank Syariah Mandiri Siapkan IPO di 2019 - Dinilai Momentum Tepat

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa bank syariah yang sudah go public atau mencatatkan sahamnya di pasar modal lewat penawaran umum…

Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP - Strategi Niaga

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…