Membidik Segudang Manfaat Tanaman Obat

NERACA

Pemanfaatan tumbuhan obat yang telah berlangsung sejak jaman nenek moyang menghasilkan sebuah kearifan tersendiri. Kearifan tersebut muncul dalam bentuk budaya pemanfaatan nilai khasiat dari tumbuhan obat.

Temulawak, kunyit, kencur dan jahe adalah kelompok tanaman rimpang-rimpangan (Zingiberaceae), yang digunakan dalam hampir semua produk obat tradisional (jamu) serta paling banyak diklaim sebagai penyembuh berbagai penyakit.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang saat ini dicanangkan sebagai minuman kesehatan nasional, tergolong komoditas multifungsi. Kandungan minyak atsiri, kurkuminoid, xanthorrizol dan pati dalam rimpang temulawak dimungkinkan penggunaannya secara luas untuk penyembuhan berbagai penyakit (anti kolesterol, antioksidan, penanggulangan penyakit hati, gangguan pencernaan).

Kunyit (Curcuma domestica), dengan kandungan utama kurkumin dan minyak atsiri, berfungsi untuk pengobatan berbagai penyakit seperti hepatitis, antioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba (broad spectrum), anti kolesterol, anti HIV, ataupun anti tumor (menginduksi apostosis). Selain itu dapat menghambat perkembangan sel tumor payudara (hormone dependent and independent), menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar (dose-dependent), anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik).

Kencur (Kaempferia galanga) di dunia kesehatan digunakan untuk pengobatan gangguan pencernaan, saluran pernafasan dan campuran ramuan afrodisiak. Selain itu digunakan pula untuk industri kosmetika berbasis bahan alam, sehingga sangat potensial dikembangkan di sektor hilir dalam bentuk ekstrak, minyak dan suplemen makanan/minuman.

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis komoditas tanaman obat yang tergolong tinggi permintaannya, baik di dalam maupun di luar negeri. Sebagian besar rimpang jahe digunakan untuk bahan baku makanan (asinan jahe, permen jahe) dan minuman (instan jahe).

Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) sangat prospektif untuk dijadikan sumber bahan baku industri suplemen minuman yang berfungsi untuk meningkatkan vitalitas tubuh (steroid).

Dengan mengembangkan lima komoditas tersebut, harapan Indonesia menjadi eksportir kelas dunia untuk produk obat berbasis bahan alam dapat terpenuhi. Pada akhirnya dapat menekan impor obat dan bahan baku obat konvensional yang mencapai US$ 160 juta per tahun.

BERITA TERKAIT

Lebak Dorong Petani Kembangkan Tanaman Palawija

Lebak Dorong Petani Kembangkan Tanaman Palawija NERACA Lebak - Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten, mendorong petani mengembangkan budi…

Perluas Manfaat Pembangunan Infrastruktur

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Pembangunan jalan tol trans Jawa, ataupun jalan tol di pulau Lainnya sejatinya merupakan salah satu…

DPR Percepat RUU Pengawasan Obat dan Makanan

DPR Percepat RUU Pengawasan Obat dan Makanan NERACA Yogyakarta - Komisi IX DPR RI akan mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Intip Usaha Minuman Alpukat Kocok - Lagi Naik Daun

Di tengah cuaca yang lagi panas-panasnya memang paling cocok kalau minum minuman dingin yang bisa menyejukkan tenggorokan. Di daerah Jalan…

Cara Menyusun Anggaran Usaha Kecil

Memulai sebuah bisnis membutuhkan modal yang tidak sedikit. Setelah modalnya ada, harus ada pengaturan anggaran supaya bisa dipakai dengan baik.…

Mengaduk Peruntungan Bisnis Keju Rumahan

Siapa yang tidak kenal keju? Produk olahan susu ini sudah sangat populer di kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Citarasanya…