Rencakan Buy Back, Outlook BUMI Dan BRAU Masih Negatif

NERACA

Jakarta – Keputusan PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) untuk melakukan buy back (pembelian kembali) saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) sebagai upaya penyelesaian akhir kekisurahannya dengan Nathaniel Rothschild di Bumi Plc, tidak serta merta membuat prospek kedua saham tersebut menjadi positif.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (15/10) disebutkan lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor Services tidak menaikkan peringkat utang maupun outlook dua perusahaan batu bara. Pasalnya, S&P mempertahankan peringkat BUMI di B+ dengan outlook watch negative. Sementara peringkat utang BRAU ada di BB- dengan outlook negatif.

Asal tahu saja, pada 11 Oktober 2012, Bumi PLC mengumumkan mereka telah menerima proposal dari Grup Bakrie untuk menukar saham Bumi Plc dan membeli saham Bumi Resources dan Berau Coal. Standard and Poor Services akan menilai rating dan implikasi pada dua perusahaan tersebut setelah mendapatkan kejelasan lebih lanjut terkait inti dari transaksi, termasuk pendanaan dan struktur.

Dijelaskan pula, peringkat tersebut juga memperhitungkan hasil investigasi yang tertunda dari dugaan penyimpangan keuangan di Bumi Resources dan Berau Coal. Menurut Standard and Poor, ada potensi kebijakan keuangan yang lebih agresif di Bumi Resources dan Berau jika hasil transaksi yang dilakukan Bakrie berhasil mengkonsolidasikan kontrol kepemilikan di dua perusahaan tersebut.

Selain itu, BNBR masih belum mau menjelaskan rencana perseroan keluar dari bisnis batu bara di London dengan hengkang dari Bumi Plc. Seperti dikutip dari laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BNBR hanya mengakui pihaknya telah mengajukan proposal kepada Bumi Plc sehubungan dengan kedudukan perseroan sebagai pemegang saham dan rencana perseroan atas kepemilikan saham tersebut di masa mendatang.

Perseroan menyebutkan, informasi detail mengenai proposal perseroan kepada Bumi Plc akan di sampaikan setelah dicapainya kesepakatan definitive. Perseroan juga menyebut, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk mengoptimalkan nilai perusahaan dan memberikan manfaat bagi perseroan dan pemegang saham.

Sebelumnya, analis Indosurya Securities Tonny W Setiadi pernah mengatakan, aksi korporasi terbaru yang dilakukan Grup Bakrie dinilai akan menjatuhkan kredibilitas perusahaan BUMI dan membuat investor jatuh dalam ketidakpastian, "Rencana Bakrie ini akan membuat mereka memiliki utang baru. Dengan tingkat utang yang telah tinggi dan jatuh tempo yang cukup besar dalam waktu dekat maka pihak BUMI harus memperjelas rencana ini, sumber pendanaan, jatuh tempo dan sebagainya,"ungkapnya.

Oleh karena itu, Tonny pun menyarankan agar investor menunggu dulu hasil pertemuan dan penjelasan resmi dari pihak perusahaan. Sebagaimana diketahui, Bakrie akan membeli semua saham BUMI yang dimiliki oleh Bumi Plc, kemudian menyusul akan membeli juga saham Berau (BRAU). (bani)

BERITA TERKAIT

Banten Masih Butuh Banyak Impor Kimia Organik

Banten Masih Butuh Banyak Impor Kimia Organik NERACA Serang - Provinsi Banten masih membutuhkan banyak impor golongan barang bahan kimia…

Kerusakan Jalan dan Tanggul Air di Tambun Utara

Dekat dengan Jembatan Besi penghubung Kota Bekasi dan Kab Bekasi. Akibat longsor karena derasnya aliran sungai DAS Cikeas dan Cileungsi yang…

BI Nilai Pelonggaran Bunga Masih Bisa Berlanjut

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia mengklaim pelonggaran suku bunga kredit perbankan masih dapat berlanjut di 2018, meskipun penurunan suku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…