Eksplorasi Golden Energy Kuras Dana Rp362,13 Juta

Per September 2012, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menghabiskan dana Rp 362,13 juta untuk eksplorasi di Provinsi Jambi melalui dua anak perusahaannya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta kemarin.

Disebutkan, kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dimaksudkan untuk mengambil data kualitas batu bara. Pemboran tersebut dilakukan di KIM West yaitu Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujugan, Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi.

Biaya eksplorasi yang dikeluarkan selama September terdiri dari biaya operasional dari dana 2012 sebesar Rp21.361.000 termasuk untuk pembelian logistik dan alat safety serta spare part. Sementara itu, anak usaha lain, yaitu PT Borneo Indobara (BIB) kegiatan eksplorasi dilakukan di Blok Batulaki Utara dan Blok Kusan. Biaya yang dihabiskan untuk melakukan eksplorasi ini menghabiskan anggaran sebesar Rp341.072.250 per bulan September. Sedangkan anggaran year to date sebesar Rp3.186.158.000.

Kinerja Perseroan

Sepanjang Januari-Juni 2012 perseroan mencatat, perolehan laba periode berjalan sebesar Rp 146,03 miliar. Perolehan laba anak usaha Sinarmas Group yang bergerak di sektor batu bara ini menurun 10,15% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai Rp 162,53 miliar.

Beban pokok penjualan perseroan naik hampir dua kali lipat dari Rp 835,42 miliar menjadi Rp 1,65 triliun. Beban tersebut 78% dari total penjualan bersih. Sedangkan beban pokok penjualan tahun lalu hanya 67% dari total penjualan bersih sebesar Rp 835,42 miliar.

Adapun penjualan bersih perseroan pada enam bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp 2,09 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu penjualan bersih GEMS sebesar Rp 1,23 triliun. Beban usaha perseroan pun membengkak. Total nilai beban usaha per Juni 2012 mencapai Rp 309,35 miliar, mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 186,6 miliar. Hal itu berujung pada tergerusnya laba usaha perseroan dari Rp216,38 miliar menjadi hanya Rp125,39 miliar.

Meskipun demikian, perseroan mampu membukukan peningkatan volume produksi sebesar 67 persen, menjadi 3 juta ton dari 1,8 juta ton tahun lalu. Tahun ini peseroan menargetkan bisa memproduksi sekitar tujuh ton batubara. Presiden Direktur Golden Energy Mines, Fuganto Widjaja sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melakukan rasionalisasi biaya di berbagai unit untuk mengatasi skenario pasar yang penuh tantangan. (lia)

BERITA TERKAIT

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner - Dapat Dana CSR dari BJB

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner Dapat Dana CSR dari BJB NERACA Sukabumi - PT. Bank Jabar Banten (BJB)…

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar NERACA Kuningan – Dalam menyelaraskan aksi kampanye para pasangan calon yang akan bertarung…

Dana Kelola Reksa Dana Tumbuh 4,33%

NERACA Jakarta – Selama Januari 2018, PT Infovesta Utama mengungkapkan, dana kelolaan produk investasi reksa dana tumbuh 4,33% menjadi Rp…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…