Pameran Buku Internasional - Stan Indonesia Jadi Idola Pengunjung

NERACA

Desain stan pameran, yang mencerminkan kekhasan Indonesia dengan hiasan motif tenun berbagai daerah yang berkesan etnik dan unik, telah menjadi salah satu daya tarik pengunjung dalam pameran buku internasional FBF.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Indonesia kembali berpartisipasi dalam pameran buku internasional, Frankfurt Book Fair (FBF). Dalam FBF 2012 tahun ini, stan Indonesia mendapat pujian pengunjung dan sesama peserta pameran dari negara lain.

Pameran buku Frankfurt (Frankfurter Buchmesse) digelar dari 10-14 Oktober, dan pengunjung diperkirakan mencapai 300.000 orang.

Pada hari pertama pameran, 10 Oktober, stan Indonesia sudah dibanjiri pengunjung. Desain stan pameran, yang mencerminkan kekhasan Indonesia yang didominasi warna merah dan putih, serta dihiasi motif tenun berbagai daerah yang berkesan etnik dan unik, telah menjadi salah satu daya tarik pengunjung.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Diah Harianti, mengatakan, lokasi stan Indonesia di Hall 5.0 terbilang strategis dan mudah diakses pengunjung. Selain posisi stan yang lebih baik, stand Indonesia jauh lebih besar dan menarik. Sehingga pengunjung yang masuk berkunjung lebih banyak.

Di hall itu, stan Indonesia bersanding dengan stan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, India, Bangladesh, Belgia, Belanda, Denmark, Norwegia, Slowakia, Slovenia, Saudi Arabia, Qatar, Oman, Afrika Selatan, dan Kamerun. Semua stan ini memamerkan buku-buku dari penerbit negara masing-masing.

Selain mendukung industri penerbitan buku tanah air, keikutsertaan Indonesia pada FBF juga untuk mengenalkan karya penulis Indonesia ke seluruh dunia. Dengan mengenalkan karya penulis Indonesia di FBF, diharapkan lebih banyak lagi negara yang berminat menerjemahkan karya penulis Indonesia kedalam bahasa asing. Dengan demikian, budaya Indonesia akan lebih dikenal di seluruh dunia melalui buku-buku karya penulis Indonesia.

BERITA TERKAIT

Presiden: Indonesia Negara Paling Aktif Tangani Korupsi

Presiden: Indonesia Negara Paling Aktif Tangani Korupsi NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara…

BPS: Penurunan Angka Kemiskinan di Indonesia Lambat

BPS: Penurunan Angka Kemiskinan di Indonesia Lambat NERACA Bogor - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia terus…

Percepatan Infrastruktur dan Transformasi Ekonomi Indonesia

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Visi besar para Founding Father Indonesia terefleksi dalam Pembukaan UUD 1945 alenia…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Sekolah Umum Tempat Tumbuhkan Radikalisme?

    Kementerian Agama menyebut radikalisme di dunia pendidikan justru tumbuh di sekolah umum dengan salah satu pemicunya waktu ajar…

15 Kepala Daerah Terima Penghargaan Kihajar

  15 Kepala Daerah di Indonesia menerima penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2017. Para kepala daerah ini terdiri dari…

237 SMK Terima Sertifikasi LSP-P1

      Sebanyak 237 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menerima Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (LSP-P1) dari Badan…