Penderita Rematik Meningkat - Akibat Kurang Pengetahuan

NERACA

Penyakit rematik atau yang dalam bahasa medisnya disebut rheumatoid arthritis (RA) adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyusup seperti virus, bakteri, dan jamur.

Direktur Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), DR. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes menyampaikan, “Seiring berjalannya waktu, kasus penyakit auto-imun di Indonesia termasuk AR cenderung meningkat dan menimbulkan beban ganda bagi negara. Meskipun belum ada data spesifik untuk jumlah kasusnya, namun kita perlu waspada akan fenomena gunung es pada kasus AR mengingat minimnya pengetahuan masyarakat, tuturnya.

Sedangkan, Ibu Endang Purnomo, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Peduli Rematik Indonesia (PERMARI) mengungkapkan, RA menurunkan kualitas hidup dan membuat pasien tidak berdaya sehingga harus menggantungkan dirinya kepada orang lain. Banyak di antara pasien yang tidak bisa mendapatkan pengobatan yang tepat atau menghentikan pengobatan karena ketidaksanggupan mereka. Akibatnya, penyakit mereka semakin tidak terkendali dan tak jarang yang mengalami komplikasi penyakit lainnya.

“Dengan adanya program RPAP untuk pengobatan Tocilizumab, akan lebih banyak pasien yang dapat tertolong untuk menjadi lebih mandiri dan mendapat kualitas kehidupan yang lebih baik, kami harapkan dengan adanya program ini dapat menurunkan penderita RA,” tuturnya.

Related posts