Industri Tekstil Dihimbau Pasok Bahan Baku ke IKM

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta produsen bahan baku tekstil dan produk tekstil (TPT) skala besar untuk memasok pelaku Industri kecil dan menengah (IKM). “Pemerintah mengimbau agar produsen menyuplai bahan baku bagi IKM. Selama ini, bahan baku untuk produk fesyen seperti katun masih diimpor dari beberapa negara,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) IKM Kemenperin, Euis Saedah, di Jakarta, Kamis (11/10).

Untuk bahan baku seperti polyester, menurut Euis, masih mencukupi untuk produsen IKM “Selama ini, pelaku IKM tidak kesulitan memperoleh polyester dan pemerintah tidak akan melarang produsen mengekspor polyester. Ekspor polyester akan menambah devisa bagi negara,” paparnya.

Indonesia, lanjut Euis, sangat kuat dalam memproduksi bahan baku polyester dan serat rayon. “Kami akan membina IKM agar bahan baku mudah diperoleh dan membuat produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Euis menambahkan, IKM memberikan kontribusi yang besar terhadap produk domestik bruto (PDB).“IKM mempunyai andil 34% pada PDB dan hal ini membuktikan bahwa IKM mampu bertahan di saat krisis ekonomi melanda Amerika Serikat dan Eropa,” tandasnya.

Sementara itu,Peneliti utama Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Atih Suryati mengungkapkan pemerintah diharapkan meningkatkan rantai pasokan bahan baku industri kecil dan menengah (IKM) pangan untuk meningkatkan program hilirisasi industri.

"Saat ini, industri pangan olahan di dalam negeri, bahan bakunya masih bergantung kepada impor. Padahal, industri pangan olahan merupakan bagian terbesar dalam kelompok IKM, yakni 1,5 juta unit dari 3,8 juta unit total IKM pada 2009," kata peneliti utama Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Atih Suryati.

Pertumbuhan Pesat

Kecepatan pertumbuhan IKM, menurut Atih, relatif tinggi dengan rata-rata 16% dari 2005 sampai dengan 2009. Sementara pertumbuhan IKM secara keseluruhan hanya 10%. "Namun sayang, IKM yang berkontribusi tinggi pada pertumbuhan itu bahan bakunya masih impor," ujarnya.

Hilirisasi industri, lanjut Atih, harus berbasis sumber daya alam, meski pertumbuhan industri terus tumbuh atau mencapai 6,2% pada tahun lalu, tapi ketergantungan terhadap bahan bakunya juga terus meningkat. "Struktur ekspor Indonesia masih didominasi oleh bahan mentah, sedangkan impor oleh industri rata-rata mencapai 30% dari biaya produksi dan 70% di antaranya berupa bahan baku," katanya.

Atih menambahkan, bahan baku IKM pangan saat ini masih diperoleh dari usaha pertanian non perkebunan yang dikelola oleh petani kecil dengan luas lahan di bawah satu hektare. Kondisi ini menyebabkan pemasok bahan baku dilakukan oleh pedagang pengumpul dan membuat mata rantai panjang.

"Ke depan, kebijakan IKM pangan harus didasarkan pada potensi sumber daya alam setempat sehingga bersifat unik bagi setiap daerah. Pemerintah diharapkan memberikan disinsentif bea keluar untuk bahan mentah agar ekspor bahan mentah berkurang dan menarik masuknya investor ke dalam negeri," katanya.

BERITA TERKAIT

Shell Rilis Dua Produk Bahan Baku Industri Manufaktur

Shell Lubricants Indonesia meluncurkan dua produk unggulannya, yaitu Shell Flavex 595B, Shell Risella X dan berbagai produk portfolio dalam kategori…

Kahmi Desak Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

      NERACA   Jakarta - Founder KAHMIPreneur, Kamrusammad meminta pemeritah agar dapat mencegah gejolak harga bahan pokok menjelang…

MNC Kapital Suntik Modal Anak Usaha - Perkuat Industri Keuangan

NERACA Jakarta – Perkuat bisnis di industri keuangan, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) terus berupaya memperkuat anak usahanya. Perseroan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…