Sering Diburu Investor, Saham Lapis Dua Langganan Masuk UMA

NERACA

Jakarta – Meskipun saham lapis dua dan tiga masih menjadi incaran investor pasar modal, rupanya memicu kenaikan jumlah saham yang masuk unusual market activity (UMA) dan suspensi pada perdagangan saham tahun ini.

Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, kemungkinan kenaikan suspensi dan UMA karena saham-saham lapis kedua dan ketiga mulai bergerak. “Selain itu, para investor melihat saham blue chip sudah overprice. UMA hanya beri peringatan kepada investor,”katanya di Jakarta, Senin (8/10).

Uriep menuturkan, pihaknya melakukan monitoring pergerakan saham dengan single investor id (sid). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham masuk UMA mencapai 63 dari 57 efek hingga September 2012. Saham kena suspensi mencapai 40 untuk 72 efek hingga September 2012. Sedangkan tahun 2011, saham masuk UMA ada 72 dari 66 efek dan 35 suspensi dari 23 efek.

Sebelumnya, dia juga mengungkapkan meningkatnya tren saham yang masuk dalam unusual market activity (UMA) sepanjang 2012, disebabkan maraknya pelaku pasar berburu atau memilih saham murah pada lapis kedua dan ketiga. Alhasil, banyak saham masuk UMA.

Kata Uriep, kondisi ini membuat banyak saham bergerak tidak wajar atau seperti biasanya pada suatu kurun waktu tertentu di pasar modal, “Ada kecenderungan itu. Namun kita telah memiliki UMA yang juga bagian dari edukasi sehingga pelaku pasar dapat mengehui apa yang mesti dibeli. Pelaku pasar jangan hanya mendengar rumor saja,”tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa saham masuk UMA pada semester kedua 2012 antara lain saham SQBI, POOL, BISI, SMMT, BRMS, GREN, APIC, dan MCOR. Berdasarkan catatan, ada sekitar 40 saham dan satu waran yang masuk UMA hingga semester pertama 2012 dibandingkan semester pertama pertama 2011 ada 36 emiten dan dua waran.

Tren Peningkatan

Selain itu, pada semester pertama 2012, ada lima emiten yang dua kali masuk UMA antara lain saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), saham PT Yulie Securindo Tbk (YULE), saham PT Smartfren Tbk (FREN), saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), dan saham MYOH.

UMA adalah aktifitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di bursa yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi menganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengakui, sepanjang semester pertama 2012, jumlah saham yang masuk dalam pengawasan BEI atau unusual market activity (UMA) meningkat menjadi 40 saham ditambah satu waran, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 36 saham ditambah dua waran.

Menurutnya, saham masuk UMA bertambah karena banyak saham naik yang tidak sesuai dengan pola normal. Kendatipun demikian, hal tersebut belum tentu ada pelanggaran, “Saham masuk UMA sebagai bentuk peringatan untuk para investor. UMA tersebut diumumkan bila BEI melihat hal-hal yang harus diwaspadai oleh investor terhadap saham-saham tertentu,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Nissan SUV New Terra Masuk Pasar Asia Tenggara

Nissan meluncurkan SUV New Terra di Filipina sebagai bagian dari langkah perusahaan guna memperkuat komitmennya di kawasan Asia Tenggara. Pelanggan…

Honor 7A Resmi Masuk di Pasar Indonesia

Honor secara resmi memperkenalkan smartphone terbarunya untuk pasar Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok itu memboyong Honor 7A yang ditujukan…

Shell Rilis Dua Produk Bahan Baku Industri Manufaktur

Shell Lubricants Indonesia meluncurkan dua produk unggulannya, yaitu Shell Flavex 595B, Shell Risella X dan berbagai produk portfolio dalam kategori…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…