Berikutnya Indeks Masih Bergerak Terbatas

Selasa, 09/10/2012

NERACA

Jakarta – Diawal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ditutup melemah 43,079 poin atau 1% ke level 4.268,235. Sementara Indeks LQ45 juga tercatat melemah 0,78% atau 5,801 poin ke level 739,034. Pelemahan indeks BEI juga dipicu sentimen negatif bursa Asia yang sebagian besar ditutup anjlok.

Menurut analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, pelemahan indeks BEI diakibatkan aksi ambil untung pelaku pasar setelah mengalami peningkatan cukup signifikan, “Secara teknikal, indeks BEI akan tertekan setelah mengalami peningkatan tajam. IHSG BEI sempat menembus poin tertinggi sepanjang sejarah ke posisi 4.311 poin,”katanya di Jakarta, Senin (8/10).

Berikutnya, dia memperkirakan indeks BEI pada perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kisaran terbatas. Indeks BEI juga cenderung mengikuti pergerakan bursa saham regional. Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, pada perdagangan hari Selasa (09/10), secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak "mixed" di kisaran 4230-4315 poin, “Hasil pertemuan antara menteri-menteri keuangan zona Euro terutama pembahasan masalah Spanyol akan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI," kata James Wahjudi .

Selain itu, lanjut dia, diumumkannya data produksi industri Jerman juga akan memberikan sentimen tambahan. Kemudian saham-saham yang layak dikoleksi Selasa, yakni Perusahaan Gas Negara (PGAS), AKR Corporindo (AKRA) dan Bank Danamon (BDMN).

Pada perdagangan awal pekan kemarin, terlihat 65 saham bergerak naik, 193 saham anjlok dan 74 saham stagnan. Bursa mencatat terjadi volume transaksi hingga 127.931 dengan 3,58 miliar lembar saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp 4,77 triliun. Bursa-bursa saham di Asia kompak melemah di zona merah setelah pekan lalu rata-rata naik cukup tinggi. Pelaku pasar masih menanti hasil pertemuan para petinggi Uni Eropa dalam menanggulangi krisis utang setempat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya J Resources (PSAB) naik Rp 300 ke Rp 5.250, Lion Metal Works (LION) naik Rp 200 ke Rp 10.300, FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 150 ke Rp 2.200, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 125 ke Rp 2.525.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 49.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 19.750, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 20.600.

Sebaliknya perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat tipis 2,725 poin (0,06%) ke level 4.314,039. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,633 poin (0,22%) ke level 746,468. Meski menguat, indeks belum bisa menembus level intraday tertingginya yang diraih akhir pekan lalu yaitu di level 4.320,591. Aksi beli selektif dilakukan investor sambil berhati-hati.

Penguatan ditopang oleh saham-saham lapis dua. Investor melepas saham-saham unggulan yang kemarin naik cukup tinggi. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 63.157 kali pada volume 1,51 miliar lembar saham senilai Rp 2,073 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya J Resources (PSAB) naik Rp 300 ke Rp 5.250, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 150 ke Rp 2.550, FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 150 ke Rp 2.200, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 125 ke Rp 2.525.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 20.200, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 22.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.950, dan SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 6.800.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI juga dibuka naik 0,89 poin atau 0,02% ke posisi 4.312,21. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,23 poin (0,03%) ke level 745,06, “Saham sektor berbasis demografi masih menjadi pendorong indeks BEI," kata pengamat pasar saham dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih.

Dia menambahkan, jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non produktif ditambah dengan konsumsi rumah tangga yang tinggi seiring dengan naiknya pendapatan masyarakat akan terus memacu permintaan.

Oleh karena itu, sektor dengan basis transportasi juga diuntungkan oleh faktor itu karena infrastruktur pelayanan publik yang belum memadai. Dia mengatakan, tingginya konsumsi masyarakat itu dikhawatirkan memicu "overheating", walaupun BI masih melihat ruang tumbuh ekonomi yang aman karena rasio kredit terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah 30%.

Sedangkan analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, meski IHSG meningkat secara teknikal kenaikan yang terjadi telah membentuk adanya gap dan seperti biasanya dalam setiap kali penembusan "resisten" baru akan diikuti dengan adanya aksi ambil untung yang dapat membuat laju kenaikan IHSG akan terhambat. "Untuk itu, cermati bila tanda-tanda 'profit taking' mulai muncul yang ditandai dengan mulai terbatasnya kenaikan IHSG," kata dia.

Perdagangan Senin awal pekan kemarin, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 125,88 poin (0,60%) ke level 20.886,50, indeks Nikkei-225 naik 98,71 poin (0,44%) ke level 8.863,30, dan Straits Times melemah 17,72 poin (0,57%) ke level 3.090,40. (bani)