Kejar Target 1.000 Unit, Sentul City Anggarkan Belanja Modal Rp500 Miliar

Senin, 08/10/2012

NERACA

Jakarta – Emite properti PT Sentul City Tbk. (BKSL) mengalokasikan anggaran belanja modal 2013 sebesar Rp500 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 66,66% jika dibandingkan belanja modal 2012 yang hanya sebesar Rp300 miliar.

Wakil Presiden Direktur Sentul City Adrian Budi Utama mengatakan, penambahan belanja modal tersebut guna mendukung target produksi pembangunan mencapai 1.000 unit per tahun, “Target 1.000 unit tersebut akan dilakukan secara bertahap,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengungkapkan, di tahun ini akan dibangun sebanyak 300 unit dan tahun depan diprediksikan bisa mencapai 400 unit, kemudian diproyeksikan bisa mencapai 1.000 unit pada tahun 2015.

Selain untuk mencapai target produksi, lanjut Budi, perseroan juga mengincar pendapatan dari sisi recurring income. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan pengembangan usaha untuk sejumlah proyek yang akan melengkapi kebutuhan penghuni kawasan Sentul City maupun kawasan regionalnya.

Beberapa proyek tersebut, menurut Budi yaitu Jungle Land Theme Park, Pasar Apung, Green Savanah Hotel dan Rumah Sakit Pertamina Sentul City, dan diproyeksikan bisa mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun ini dan kuartal pertama 2013.

Realisasi Belanja Modal

Sementara Direktur Corporate Secretary BKSL, Pesta Uli Sitanggang mengatakan, hingga September 2012, perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp200 miliar atau sekitar 66,66% dari target Rp300 miliar tahun ini. “Dana capex tersebut lebih banyak dialokasikan pada fasilitas infrastruktur sebesar 30%, bangunan hunian dan komersial sekitar 70%.” jelasnya.

Menurut dia, besaran alokasi dana belanja modal tersebut hanya untuk pengembangan hunian dan fasilitas infrastruktur, dan tidak termasuk proyek investasi seperti Jungle Land dan Rumah Sakit.

Sebelumnya, Direktur Sales and Marketing BKSL, Syukurman Larosa mengatakan pihaknya optimistis akan mampu membukukan pendapatan hingga akhir tahun ini senilai Rp600 miliar. Pencapaian angka tersebut sejalan dengan adanya peningkatan permintaan hunian mewah di kawasan Sentul City.

Lebih lanjut Syukurman mengatakan, sebagian besar permintaan hunian tersebut didominasi oleh kelompok masyarakat menengah atas yang bermukim di Jakarta. “Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Jakarta memicu meningkatnya permintaan hunian kelas menengah atas yang mengincar kawasan Sentul City sebagai hunian dan investasi,” ujarnya.

Sepanjang Januari-Juni 2012, perseroan mencatat telah membukukan pendapatan bersih sebesar Rp422,15 miliar, atau naik sebesar 151,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp167,73 miliar. Meskipun demikian, beban perseroan tercatat mengalami peningkatan yang cukup tajam sebesar 259,72% menjadi Rp213,05 miliar dari Rp59,23 miliar. Selisih tersebut membuat laba kotor perseroan naik 92,71% menjadi Rp209,10 miliar dari Rp108,50 miliar.

Beban usaha, terdiri dari penjualan, umum, administrasi dan operasi lainnya tercatat naik 29,41% menjadi Rp53,46 miliar dari Rp41,31 miliar. Sementara, kontribusi terbesar beban pokok berasal dari biaya lahan siap bangun, rumah hunian dan ruko sebesar Rp198,48 miliar. Alhasil, perseroan berhasil meraup laba bersih Rp144,22 miliar, atau naik sekitar 135,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp61,14 miliar. (lia)