BEI Dorong Akses Luas Jangkauan Sekuritas - Bidik Investor Asal Aceh

NERACA

Bandah Aceh - Guna meningkatkan investor pasar modal di Serambi Mekah, Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Aceh Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong para pengusaha di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, agar mampu mengambil peluang investasi melalui pasar modal.

Kepala Kantor PIPM Aceh-BEI Thasril Muhardi mengatakan, selama ini masyarakat dan pengusaha di Aceh Barat berinvestasi dalam bentuk harta benda seperti emas dan tanah, “Masyarakat lebih memilih investasi emas dibandingkan saham karena belum adanya perusahaan sekuritas,”katanya di Aceh, Kamis (4/10).

Dia menjelaskan, dengan menjadi nasabah perbankan ini barulah masyarakat ataupun pengusaha dapat berinvestasi di pasar modal. Saat ini di Aceh baru memiliki tiga perusahaan sekuritas yakni BNI Sekuritas, Sinarmas Sekuritas dan RDK Sekuritas dan penempatannya di kota Banda Aceh.

Thasril menjelaskan, secara umum di Indonesia baru memiliki sebanyak 119 perusahaan sekuritas, sehingga peluang nasabah bergabung dan berinvestasi di pasar modal untuk pemerataan masih membutuhkan jangka panjang. "Investasi di pasar modal lebih memberikan peluang besar dari pada dalam bentuk harta benda, karena itu masyarakat Aceh Barat kita harapkan menjadi nasabah perusahaan sekuritas," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mendekatkan peluang bisnis tersebut dalam waktu dekat akan terbentuk satu unit perusahaan sekuritas yakni BNI sekuritas, sebab kawasan Meulaboh dinilai cukup prospek dalam pengembangan investasi pasar modal.

Alasan tersebut didorong oleh semakin meningkatnya indek harga saham gabungan (IHSG) Indonesia yang semakin menjanjikan terhadap nilai jual, dari tahun 2005 hanya Rp1.000/lembar dan saat ini sudah mencapai Rp4.000/lembar.

Berbicara saham, kata Thasrif, sulit diprediksikan sebab sangat fluktuatif disebabkan oleh dominannya dipengaruhi pasar Eropa dan sejumlah pengaruh lainnya, sehingga membuat sulit diprediksi secara jual beli saham. "Perusahaan Unilever contohnya, pertama sekali mencatat dirinya di pasar modal Indonesia dan masuk di IHSG kemudian terjadi peningkatan hingga 5.000 persen," katanya.

Kata Thasrif, Indonesia dewasa ini merupakan negara yang aman untuk berinvestasi hal tersebut terlihat dari dampak harga saham yang semakin meningkat. Karenanya, tidak heran bila investor asing semakin gencarnya berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Menurutnya, kehadiran perusahaan sekuritas di Indonesia sudah mampu memberikan peluang bagi masyarakat secara nasional untuk berinvestasi di pasar modal, sehingga pasar modal ke depan ditargetkan tidak lagi dikuasai investor asing, “Semenjak hadirnya pusat informasi cabang Pasar Modal Bursa Efek Indoesia sudah tercatak 600 masyarakat Aceh sebagai nasabah yang masuk dalam perusahaan sekuritas, dan melihat di Meulaboh sendiri ternyata sangat besar minat masyarakat yang ingin bergabung menjadi nasabah perusahaan sekuritas,"ungkapnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…

Buntut Harga Saham Jatuh - Totalindo Kaji Kembali Rencana Rights Issue

NERACA Jakarta –Nyungsepnya harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) hingga di posisi level terendah Rp 50 per lembar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…