Prospek Cerah, Bukit Sentul Garap Pasar Kondotel

Properti Masih Booming

Kamis, 04/10/2012

NERACA

Jakarta - Kondisi makro ekonomi saat ini yang sedang berjalan, di mana tingkat inflasi masih terkendali serta BI rate masih di level 5,75%. Sektor properti menjadi salah satu sektor yang dinilai menarik dan menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang yang memiliki demand yang cukup tinggi. Karena itu, tidak heran jika saham-saham di sektor properti cukup mampu bertahan di pasar saham meski adanya imbas dari krisis global dan kenaikan beberapa harga komoditas.

Di kuartal keempat ini saja misalnya, PT Sentul City (BKSL) berencana akan menawarkan perumahan baru. BKSL menawarkan hunian eksklusif Habiture Residences dengan kisaran harga Rp 4,5-13 miliar per unit. Habiture residences ini terdiri dari 105 unit rumah dengan konsep menyatu dengan alam. Pihak Sentul City berharap dengan adanya proyek terbaru ini akan menaikkan nilai penjualannya.

Pendapatan yang diharapkan dari penjualan 105 unit dengan menggunakan harga rata-rata per unit sebesar Rp8,75 miliar, maka total penjualan dari kluster tersebut bisa mencapai Rp920 miliar. Apabila menggunakan asumsi beban pokok penjualan antara 55-60%, maka Gross Profit dari penjualan kluster tersebut bisa mencapai Rp370-415 miliar. “Dengan asumsi Net Profit Margin sebesar 40% dari Gross Profit, maka pendapatan bersih dari proyek tersebut bisa mencapai kisaran Rp150-165 miliar, merupakan angka keuntungan yang sangat memuaskan bagi BKSL.” jelas Analis Etrading Securities

Dia menilai, perusahaan yang memiliki konsentrasi lahan di daerah Sentul (Jawa Barat) ini memiliki kinerja yang sangat positif di semester pertama 2012 ini. PT Sentul City Tbk (BKSL) tercatat mengalami kenaikan pendapatan menjadi Rp422,1 miliar pada semester I 2012 dari Rp167,7 miliar pada periode yang sama 2011.

Sementara untuk laba usaha menjadi Rp155,6 miliar dari Rp67,1 miliar. Untuk beban pajak sebesar Rp20,08 miliar dari Rp6,7 miliar. Adapun laba bersih perseroan bidang properti mencapai Rp144,1 miliar dari Rp61,03 miliar, dan total aktiva yang mencapai Rp5,8 triliun per 30 Juni 2012 dari Rp4,8 miliar per 31 Desember 2011.

Dari produk yang ditawarkan yang berupa high-end residensial, target dari hunian tersebut tentu merupakan para calon pembeli yang memiliki pendapatan tinggi dan cenderung melakukan pembelian secara tunai atau installment jangka pendek.

Bangun Kondotel

Selain melakukan penawaran perumahan baru tersebut, Direktur BKSL Andrian Budi Utama pernah mengatakan, perusahaan properti ini berencana membangun kondotel senilai Rp 350 miliar. Kondotel tersebut masuk dalam proyek superblok Centronia Sentul City dengan luas 3 hektare (ha).

Nantinya, dalam kondotel tersebut akan dibangun sekitar 150 kamar dengan 12 atau 15 lantai. Rencananya, proyek tersebut mulai dipasarkan akhir tahun ini. “Tahun ini, kami baru membangun pondasinya. Akhir tahun sudah dipasarkan, kami akan melihat pasar terlebih dahulu,” ujarnya.

Kebutuhan dana untuk investasi kondotel tersebut diambil dari internal kas perusahaan. Selain proyek tersebut, perusahaan juga sedang menggarap proyek lainnya seperti Rumah sakit Pertamina Sentul City, Ecopark, Pasar Apung, dan Kampung Kuliner Bondan Winarno yang direncanakan akan dioperasikan akhir tahun ini. Karena itu, melihat perkembangan yang cukup baik tersebut beberapa analis merekomendasikan untuk membeli saham tersebut dan menjualnya dengan target harga Rp440. (lia)