Inflasi Hanya Naik 0,3% Akibat TDL

NERACA

Pemerintah agaknya sudah menghitung secara cermat kenaikan angka inflasi akibat dikereknya tarif dasar listrik dengan 15% mulai Januari 2013.

Sisi besaran inflasi akan tergantung bagaimana pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik. Rencana Pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) diakui akan memicu kenaikan inflasi. Namun tidak berpengaruh besar, hanya 0,2-0,3%.

"Memang tidak terlalu besar. Namun hal itu masih tergantung dari bagaimana kita melakukan hal itu (menaikkan TDL)," kata Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, Selasa (18/9) di Jakarta.

Menurut Mahendra, Pemerintah telah melakukan beberapa simulasi perhitungan kenaikan TDL berikut cara menaikkannya, secara bertahap atau tidak. "Berdasarkan simulasi kita, dari sisi besaran (inflasi) akan tergantung bagaimana kita melakukan penyesuaian tarif itu (listrik)," kata Mahendra Siregar.

"Simulasi kami menunjukkan dampak inflasi lebih dapat dikelola dengan baik bila dinaikkan secara bertahap dibandingkan dinaikkan sekaligus. Ini juga penting disamping menjaga agar subsidi tidak membengkak," tambah Mahendra

Mahendra melanjutkan, kenaikan TDL dimaksudkan untuk menekan subsidi yang akan mengalami pembengkakan bila tidak ada langkah nyata menekannya.

Mahendra tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kapan waktu untuk menaikkan TDL tersebut. "Kapan dinaikkan TDL itu saya rasa terlalu cepat disampaikan sekarang. Tentu nanti akan ada pembahasan lebih lanju," tutur Mahendra.

Pada 19 September 2012 lalu Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat dengan tegas menolak kenaikan tarif dasar listrik. Ia bependapat jika memang kenaikan TDL harus dilakukan maka jangan sampai hanya dibebankan pada induetri saja.

"Jika memang kenaikan TDL tidak bisa dihindari maka jangan dibebankan kepada industri saja, seharusnya paraturan kenaikan TDL juga dibebankan pada non-industri juga. Rumah tangga pun harus dinaikan karena konsumsinya yang juga tinggi", kata Hidayat di Jakarta, Rabu (19/9).

Menanggapi pernyataan Hidayat, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, saat ditemui di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/12). Jarman mengungkapkan bahwa meskipun TDL pada Januari 2013 dengan rata-rata 15%, namun industri tetap mendapat subsidi.

"Industri itu mendapat subsidi Rp 19,4 triliun dari total Rp 78 triliun untuk listrik. Justru yang sudah tidak dapat subsidi dari golongan masyarakat kaya", ucap Jarman.

Sedangkan kenaikan TDL nanti hanya diperuntukkan bagi golongan atas yang memiliki spesifikasi sendiri yaitu golongan 6600 va ke atas.

"Untuk golongan 6600 Va saja yang mengalami kenaikan, seperti golongan mall, gedung-gedung besar. Jadi meskipun listrik dinaikkan, subsidi untuk industri tetap ada lah", tandasnya.

(agus/dbs)

Related posts