Menangkap Peluang Budi Daya Kelinci

Sabtu, 06/10/2012

Kelinci tak hanya dikenal hewan yang lucu. Selain tergolong hewan hias, kelinci juga menawarkan potensi bisnis yang menjanjikan. Peluang menarik dari daging hewan yang menggemaskan.

NERACA

Kelinci memang hewan yang istimewa, selain jinak dan menggemaskan, kelinci juga memiliki daging yang lebih sehat, lebih lembut teksturnya, dan lebih rendah lemak dibandingkan dengan daging sapi atau kambing. Bahkan bulunya pun bermanfaat untuk bahan pembuatan pakaian atau lainnya.

Umumnya ada dua jenis kelinci yang kita kenal, yakni kelinci hias dankelinci pedaging. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam penanganan peternakan dan bisnisnya. Namun kita akan mengulas seputar kelinci pedaging yang memiliki peluang bisnis yang sangat besar.

Kelinci pedaging umumnya berasal dari jenis yang bertubuh besar, pertambahan berat badannya cepat dan memiliki kualitas daging bagus. Di antara kelinci yang umumnya diternakkan sebagaikelinci pedaging ialah jenis Flemish Giant dan New Zealand (atau yang biasa kita kenal dengan Trewelu Australi).

Pemeliharaankelinci pedaging tidak jauh berbeda dengan kelinci pada umumnya. Dapat dengan meliarkan pada area tertentu atau cara dikandangkan. Namun untuk tujuan diternakkan sistem kandang, jelas lebih tepat.

Kandang yang digunakan ada beberapa macam. Kandang baterai untuk indukan dan kandang koloni untuk anakan yang lepas sapih.

Kandang baterai bisa dibuat dengan ukuran 70x80 cm dengan tinggi 60-70 cm. Sedang kandang koloni bisa dibuat dengan ukuran 1x1 m dengan tinggi 30-40 cm. Kandang koloni ini hanya digunakan sebagai tempat pembesaran anakan kelinci lepas sapih sampai usia sekitar tiga bulan. Celah pada alas kandang dibuat dengan lebar 1 hingga 1,5 cm agar kotoran bisa jatuh ke bawah tapi juga tidak membahayakan kaki kelinci pedaging dengan kejadian terjepit atau terperosok.

Kandang bisa dibuat bertingkat namun usahakan tidak lebih dari 2 tingkat sebab kelinci adalah binatang yang takut pada ketinggian.

Produktivitas Tinggi

Pakan utama kelinci adalah rumput lapangan (kecil-kecil), dengan metode pemberian pakan bisa dilakukan dua kali sehari, yakni pagi sekitar pukul 9 atau 10 berupa pakan pelet atau ampas tahu dengan sedikit rumput atau sayuran, dan sore hari menjelang malam berupa rumput dalam jumlah besar, ini mengingat kelinci adalah hewan nocturnal yang aktif pada malam hari.

Air minum diberikan setiap saat, usahakan selalu tersedia. Untuk indukan yang sedang menyusui bisa diberikan tambahan daun pepaya satu lembar setiap harinya. Pemberian kangkung sebaiknya dihindari dan wortel boleh diberikan paling banyak 3 kali seminggu.

Kelinci yang hendak dikawinkan sebaiknya berusia di atas 6 atau 7 bulan. Cara mengawinkan adalah dengan membawa kelinci betina ke kandang kelinci jantan. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci adalah pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 atau malam hari pukul 07.00 sampai 09.00 malam.

Dalam sekali melahirkan, induk kelinci bisa beranak hingga 12 ekor anakan. Anak kelinci akan menyusu pada induknya hingga umur sekitar 45 hari, setelah itu anak kelinci bisa dipisah ke kandang koloni hingga usia sekitar tiga atau empat bulan. Induk kelinci diistirahatkan sekitar 15 hari selepas menyusui kemudian bisa dikawinkan kembali.

Artinya dengan siklus seperti ini, kelinci bisa melahirkan 3-4 kali dalam setahun. Anakan yang sudah berumur tiga atau empat bulan mulai ditempatkan dalam kandang baterai.

Dengan tingkat produktivitas dan kesuburan yang sangat tinggi, dari seekor indukan bisa menjadi 15-20 ekor selama setahun. Nah dengan asumsi anak hidup hingga dewasa 5 ekor dan melahirkan sebanyak tiga kali dalam setahun. Maka dengan tingkat harga daging kelinci yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam kampung sekitar Rp 27 ribu per kilogram, atau Rp 17 ribu per kg berat hidup, tentu saja usaha budidayakelinci pedaging sangat layak untuk dipertimbangkan.

Bila Anda tertarik membuka bisnis kuliner dengan bahan baku daging kelinci, maka setiap ekor kelinci pedaging, rata-rata mampu menghasilkan 100 tusuk sate. Dapat dibayangkan jika dengan satu porsi dijual hanya dengan Rp 15.000, keuntungan yang menggiurkan tak mungkin Anda tampik.