Tips Memelihara Kelinci

Sabtu, 06/10/2012

NERACA

Banyak catatan sejarah yang menjelaskan tentang Kelinci. Di antaranya adalah bangsa Phoenician (3000 SM), dalam catatan yang diteliti, mereka menjelaskan ketika melintasi sebuah pantai, mereka melihat binatang yang mirip Rock Hyrax (Hyrax Syiriacus) atau yang dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama Shaphan yang berarti nakal, licin.

Shaphan inilah yang sekarang kita kenal sebagai kelinci. Dan untuk merawat kelinci dengan baik, sepatutnya memperhatikan langkah berikut:

Kandang kelinci haruslah aman dari berbagai cuaca seperti panas, dingin, angin dan lembab. Keadaan lantai kandang harus selalu kering dan nyaman bagi kelinci, serta menyediakan tempat sanitasi atau tempat kotoran kelinci. Hindari menempatkan kelinci dalam jumlah banyak dalam kandang yang sempit. Beri makanan sayuran yang segar. Kelinci muda atau masih kecil, sebaiknya jangan terlalu banyak digendong atau dipegang-pegang, hal ini akan membuat kelinci menjadi stres. Bagi kelinci siap beranak siapkan kandang yang lebih luas. Siapkan pula kotak kecil yang diberi rerumputan kering agar hangat dan nyaman untuk persiapan anak kelinci lahir. Jangan dicuci agar kadar air dalam sayuran sangat rendah. Selain makanan tersebut, kelinci juga menyukai ubi jalar maupun ubi pohon, dedak, bungkil kelapa dan sebagainya. Usahakan makanan kelinci tidak satu jenis secara terus menerus. Hal ini akan menyebabkan kelinci manja dan susah makan makanan yang lain. Sediakan tempat makan tersendiri agar tidak terinjak-injak dan terkena kencingnya sendiri. Usahakan agar kelinci muda tidak secara terus menerus terkena tanah yang becek dan lembab.