Penjualan Kosmetik Impor Diperkirakan Tumbuh 30% - Hingga Kuartal III-2012

NERACA

Jakarta - Permintaan produk kosmetik di dalam negeri diyakini akan terus tumbuh mengikuti pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan perekonomian masyarakat. Namun hal ini juga mengundang penjualan kosmetik impor untuk tumbuh bahkan melebihi pertumbuhan penjualan kosmetik buatan dalam negeri.

Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPA Kosmetika) Canang Wijanarko memproyeksi penjualan produk kosmetik impor hingga kuartal ketiga tahun ini bisa tumbuh hingga 30% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal ketiga tahun lalu penjualan produk kosmetik impor diproyeksi mencapai Rp 1,4 triliun. Maka dari Januari hingga September tahun ini penjualan kosmetik impor diprediksi mencapai Rp 1,82 triliun.

Hingga akhir tahun ini, Canang memprediksi pertumbuhan penjualan produk kosmetik impor masih akan bertengger di kisaran 30%. Sehingga pada tahun ini penjualan produk kosmetik impor diproyeksi akan mencapai Rp 2,44 triliun. Selama tahun 2011 sendiri, penjualan produk kosmetik impor di Indonesia mencapai sekitar Rp 1,87 triliun. "Sepertinya tren pertumbuhan penjualan kosmetik impor di kisaran 30% akan terus terjadi hingga akhir tahun," kata Canang.

Pertumbuhan penjualan produk kosmetik impor ini sekitar dua kali lipat dari target pertumbuhan penjualan produk kosmetik lokal. Di mana pada tahun ini asosiasi memasang target pertumbuhan konservatif sebesar 15%.

Pada tahun ini, penjualan produk kosmetik nasional di dalam negeri ditargetkan akan mencapai Rp 9,76 trliun. Lebih tinggi ketimbang penjualan pada tahun 2011 lalu yang mencapai Rp 8,5 triliun.

Dia bilang, lebih tingginya pertumbuhan penjualan produk kosmetik impor disebabkan oleh makin banyaknya diversifikasi produk dari produsen kosmetik di luar negeri. Hal ini membuat range harga dari produk kosmetik impor menjadi lebih besar saat masuk ke pasar Indonesia.

Karena range harga yang makin lebar ini, dia bilang produk kosmetik impor makin masuk pula ke segmen yang makin besar. Utamanya ke segmen kelas menengah yang meruapakan salah satu segmen yang selama ini merupakan penyumbang terbesar bagi penjualan produk kosmetik lokal. "Ini yang kami khawatirkan karena mereka sudah masuk ke kelas menengah. Berbeda dengan beberapa waktu lalu saat kosmetik impor hanya mengandalkan produk premium," katanya.

Karena dapat saingan dari produk kosmetik impor dalam menyasar pasar kelas menengah ini, beberapa produsen kosmetik lokal melakukan beberapa strategi baru. Di antaranya meluncurkan produk-produk baru dan menggarap pasar yang selama ini belum digarap serius. "Perluasan pasar yang belum tersentuh menjadi salah satu langkah untuk mengakalinya," lanjut dia.

Melebarkan Pasar

Salah satu produsen kosmetik nasional, PT Martina Berto misalnya sejak tahun lalu mulai melebarkan pasar mereka ke pasar Indonesia Timur. Manajemen perusahaan berharap langkah perluasan pasar ini akan mulai terlihat pada semester kedua tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Martina Berto Desril Muchtar sebelumnya mengatakan pasar di kawasan Indonesia timur cukup menjanjikan. Pasalnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di wilayah tersebut belum cukup diisi oleh produk kosmetik perusahaan. "Sejak tahun lalu kami sudah membuka jaringan penjualan hingga ke Manado, Banjarmasin, Pontianak, dan Samarinda," katanya.

Begitu pun penjualan di pasar modern terus mereka garap. Di antaranya melalui kerja sama dengan distributor produk kesehatan Guardian dan Century Healthcare. Berbagai produk baru juga akan terus menjadi pendorong pertumbuhan penjualan Martina Berto.

Hingga akhir akhir tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan mereka tumbuh 15% dibanding pencapaian mereka pada tahun lalu. Pada tahun 2011, penjualan mereka mencapai sekitar Rp 647,7 miliar. Maka pada 2012 ini, Martina Berto menargetkan kinerja penjualan mereka bisa menembus 745,6 miliar.

BERITA TERKAIT

BI : Dolar Tekan Rupiah Hingga Akhir 2018

      NERACA   Jakarta - Keperkasaan dolar AS terus menekan nilai tukar Rupiah dan mata uang negara lain…

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…