BEI Kembali Perdagangkan Saham IATA

Sempat disuspensi seharian diawal pekan kemarin, kini saham PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) kembali diperdagangkan di lantai bursa pasca PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi (penghentian sementara perdagangan saham).

Hal itu disampaikan Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dan Kadiv.Perdagangan Saham BEI Andre Toelle dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, Selasa (2/10). Pembukaan suspensi perdagangan saham IATA dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai pada sesi pertama perdagangan.

Saham IATA pun naik 5,74% ke level Rp129 per saham setelah suspensi saham IATA dibuka. Sebelumnya BEI melakukan suspensi saham IATA pada perdagangan saham Senin (1/10). Suspensi tersebut dilakukan karena peningkatan harga kumulatif signifikan sebesar Rp70 atau 134,62% dari harga penutupan Rp52 pada 13 September 2012 menjadi Rp122 pada 28 Spetember 2012.

BEI perlu melakukan suspensi saham IATA dalam rangka cooling down pada 1 Oktober 2012. Penghentian sementara perdagangan saham IATA tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham IATA. (bani)

BERITA TERKAIT

PLI Kembali Serah Terimakan Unit Apartemen MPS

PLI Kembali Serah Terimakan Unit Apartemen MPS NERACA Tangerang - PT Prioritas Land Indonesia (PLI) kembali melakukan serah terima unit…

BEI Berikan "Karpet Merah" Bagi Starup - Dorong Listing di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Sukses membawa perusahaan starup Kioson mencatatkan sahamnya di pasar modal, mendorong bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Harga Saham Telkomunikasi "Berguguran" - Aksi Ambil Untung Investor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (12/10) di warnai aksi jual investor asing untuk melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Lebih Banyak Investor Asing - BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Bursa Berjangka Belum Optimal - Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…