Akhir Pekan, IHSG Masih Pertahankan Penguatan Kemarin

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 44,861 poin (1,07%) ke level 4.225,024. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 8,258 poin (1,15%) ke level 725,244. Penguatan indeks dipicu dengan menguatnya bursa saham di Asia secara serentak.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, menguatnya bursa regional termasuk IHSG BEI didorong oleh spekulasi adanya stimulus dari China, yang diekspektasikan mampu mendorong ekonomi saat ini tengah lesu, “Pergerakan IHSG berhasil berbalik menguat setelah sebelumnya sempat melemah akibat kekhawatiran akan krisis utang Eropa yang semakin memburuk,”katanya di Jakarta, Kamis (27/9).

Dia menjelaskan, permasalahan Eropa semakin rumit seiring dengan rakyat Yunani dan Spanyol yang berunjuk rasa menolak penghematan anggaran. Kendatipun demikian, dirinya memproyeksikan untuk perdagangan saham akhir pekan, indeks BEI akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.200-4.254 poin melanjutkan "rebound" kemarin.

Menurutnya, beberapa saham pilihan yang layak dikoleksi untuk akhir pekan, yakni Bank Mandiri (BMRI), Media Nusantara Citra (MNCN), Charoen Pokphand (CPIN), Bank Pan Indonesia (PNBN).

Pada perdagangan kemarin, aksi beli banyak dilakukan oleh seluruh lapisan investor mulai dari lokal hingga asing. Aksi beli ini menyasar seluruh lapisan saham. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 148.741 kali pada volume 5,026 miliar lembar saham senilai Rp 4,352 triliun. Sebanyak 168 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan sore ini dengan kompak menguat di zona hijau. Pelagku pasar makin semangta setelah harga-harga komoidtas mulai pulih dan data industri China dan Korea Selatan yang siap tumbuh.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 25.750, Garda Tujuh (GBTO) naik Rp 575 ke Rp 4.375, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 21.950, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Jasa Prima (KARW) turun Rp 420 ke Rp 1.270, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 46.000, Surya Toto (TOTO) turun Rp 200 ke Rp 6.850, dan Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 20.150.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 37,606 poin (0,90%) ke level 4.217,769. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,578 poin (1,06%) ke level 724,564. Saham-saham lapis dua memimpin penguatan pasar kali ini, dibuntuti oleh saham-saham unggulan. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menghijau.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.124 kali pada volume 2,558 miliar lembar saham senilai Rp 1,979 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 56 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 25.900, Garda Tujuh (GBTO) naik Rp 600 ke Rp 4.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 600 ke Rp 22.350, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 13.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Jasa Prima (KARW) turun Rp 420 ke Rp 1.270, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 46.100, Eatertainment (SMMT) turun Rp 125 ke Rp 3.375, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 20.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,03 poin atau 0,12% ke posisi 4.185,19. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,79 poin (0,25%) ke level 718,78, “Setelah mengalami tekanan pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG Kamis kembali berada di area positif mengikuti bursa regional," kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin.

Dia menambahkan, pergerakan IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran yang terbatas, hal itu dipicu dari krisis di Eropa yang masih membayangi juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Sentimen Eropa cenderung diselimuti oleh kabar negatif.

Menurutnya, pergerakan saham domestik itu dipicu dari masih khawatirnya pelaku pasar terhadap kebijakan "quantitative easing" (QE) tahap tiga yang dilakukan the Fed kurang efektifnya. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 125,26 poin (0,61%) ke level 20.652,99, indeks Nikkei-225 naik 6,74 poin (0,08%) ke level 8.913,86, dan Straits Times menguat 11,13 poin (0,37%) ke level 3.057,37. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…