Port Community System Bakal Tingkatkan Efisiensi Logistik Nasional - Gandeng SOGET dan Microsoft

NERACA

Jakarta - Salah satu prioritas pemerintah Indonesia sejak penerapan reformasi regulasi pelabuhan tahun 2008, yaitu meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional, dengan tujuan untuk meningkatkan kompetisi dan memfasilitasi integrasi perdagangan Tanah Air dengan sistem transportasi multimoda. Salah satu elemen reformasi tersebut yaitu dengan menciptakan transparansi kepelabuhanan melalui pemisahan yang jelas antara fungsi regulator dan operator.

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong investasi dari sektor swasta serta pemerintah lokal untuk membantu tercapainya tujuan tersebut. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menggandeng SOGET dan Microsoft Corporation untuk mengimplementasikan layanan Port Community System terbesar di dunia. Sistem ini akan dijalankan di Jakarta, sebelum diterapkan di pelabuhan lainnya di Indonesia.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, penerapan sistem ini akan memperkuat dan mengakselerasi implementasi Inaportnet (Indonesia Port Net System) yang merupakan elemen vital dalam mendukung konektivitas domestik dan internasional Indonesia. “Penguatan konektivitas ini tidak diragukan lagi akan meningkatkan kinerja logistik serta daya saing Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Kamis (27/9).

Dorong Daya Saing

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17,508 pulau dengan 111 pelabuhan komersial dan 614 pelabuhan non-komersial. Dengan demikian, layanan kepelabuhanan yang cepat dan efisien menjadi satu hal yang krusial dalam mendorong pertumbuhan serta daya saing Indonesia.

Selain merupakan kunci utama implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Direktur Utama IPC RJ Lino menambahkan, implementasi Port Community System yang terbesar di dunia ini memungkinkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia untuk meningkatkan skala kegiatannya yang sesuai dengan standar keamanan dan fasilitas perdagangan internasional.

“Konektivitas yang diciptakan melalui Port Community System akan mempercepat integrasi perdagangan dalam level domestik dan internasional, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan performa dan daya saing logistik,” ujar Lino.

Sejak 2010, SOGET telah bekerja sama dengan Microsoft dalam pengembangan Port Community System generasi selanjutnya. Bertindak sebagai Port Single Window, layanan ini akan memastikan terlaksananya operasional pelabuhan yang efisien. Manfaat yangdiberikan meliputi peningkatan komunikasi dan transparansi informasi, pengurangan waktu transit untuk kargo, kemudahan transaksi, simplifikasi proses kontrol, pengurangan biaya, dan lainnya.

Fasilitas Terintegrasi

Managing Director dari Microsoft Global Strategic Accounts Frank McCosker memaparkan, dengan tuntutan perdagangan global yang semakin kompleks serta tekanan pada pelabuhan di seluruh dunia untuk mengelola keamanan dan fasilitas perdagangan secara efisien, tidak ada kebutuhan yang lebih mendesak daripada solusi inovatif yang terbuka dan terintegasi untuk industri e-maritim.

“Berdasarkan teknologi Microsoft terbaru, Port Single Window dari SOGET akan menciptakan transportasi multimoda yang ramah lingkungan, lebih murah, lebih kompetitif dan transparan dengan menerapkan standar proses fungsional, memfasilitasi jaringan bisnis, meningkatkan pengetahuan dan berhubungan dengan seluruh pemangku kepentingan,” terang McCosker

Sementara, Director of Corporate Development SOGET Pascall Ollivier mengatakan, kemampuan memfasilitasi perdagangan domestik dan internasional merupakan hal yang sangat penting di dunia agar saling terhubung ini. Teknologi-teknologi inovatif akan mampu mendorong negara untuk beradaptasi dan berkompetisi secara global melalui kerjasama antara organisasi-organisasi yang berbeda menciptakan sistem yang komprehensif dan terintegrasi. “Port Community System terbesar di dunia ini, menjadikan Indonesia salah satu negara paling menjanjikan di wilayah ASEAN dan global dalam hal arus pelabuhan serta pertumbuhan gross domestic product (GDP),” tutupnya.

BERITA TERKAIT

APCI: Permendag 84/2017 Berpotensi Membunuh Industri Kretek Nasional

APCI: Permendag 84/2017 Berpotensi Membunuh Industri Kretek Nasional NERACA Jakarta - Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI), yang menaungi sekitar 1,5…

Sinergi Indonesia-Korea Tingkatkan Inovasi UKM

Sinergi Indonesia-Korea Tingkatkan Inovasi UKM NERACA Jakarta - Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Makro Hasan Jauhari mengungkapkan…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…