CIMB Niaga Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun - Targetkan DPK Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahun 2012 senilai Rp2 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp8 triliun. Obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri, di mana seri A dengan jangka waktu 3 tahun dan seri B berdurasi 5 tahun.

“Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai obligasi. Seri A kisaran kuponnya 7%-7,6% dan seri B 7,6% – 8,35%,” kata Wakil Direktur Utama BNGA, D James Rompas, di Jakarta, Selasa (25/9). James mengatakan, penerbitan obligasi ini sendiri dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan kredit sampai akhir tahun yang ditargetkan bisa mencapai 18%-20%.

Menurut rencana, pembayaran bunga obligasi akan dilakukan secara triwulan, sesuai dengan tanggal waktu pembayaran obligasi. Sementara masa penawaran obligasi ini direncanakan mulai tanggal 23 hingga 24 Oktober 2012, penjatahan 25 Oktober 2012 dan pencatatannya 31 Oktober 2012.

Obligasi ini sendiri telah memperoleh rating id AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan rating AAA (idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Adapun bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) obligasi adalah PT CIMB Securities Indonesia dan wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Sementara itu, James menambahkan, perseroan menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai dengan akhir tahun ini di level 18%-20%. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kredit yang diproyeksikan juga bakal tumbuh hingga 18%-20%.

“Tahun ini DPK kita targetkan bisa tumbuh 18%-20%,” jelasnya. Dia pun mengaku optimis target tersebut bisa dicapai, mengingat sampai dengan Juni, perseroan berhasil membukukan total DPK hingga Rp137,59 triliun atau tumbuh 11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Komposisi jumlah tersebut terdiri dari dana murah atau current account saving acount (CASA) 43% dan dana mahal, yakni Deposito hingga 57%. “Sampai Juni DPK kita telah tumbuh hingga 11%,” tambah dia.

Sementara untuk rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sampai dengan Juni, pihaknya berhasil menjaga di level 15%. Ia mentargetkan sampai akhir tahun bisa dijaga di level 14%. Adapun untuk penyaluran kredit, pihaknya masih mengandalkan kredit komersil dengan komposisi portofolio hingga 37%. Sisanya, kredit korporasi 31%, dan small medium enterprises 29%. “Sampai Juni kredit komersial masih dominasi pertumbuhannya hingga 24%,” ungkapnya.

Hingga akhir semester I-2012 perseroan menghasilkan laba Rp1,98 triliun naik 28% dari posisi tahun lalu Rp1,55 triliun. Sedangkan laba per saham Rp78,93. Dana pihak ketiga tercatat Rp137,59 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pengumuman Kabinet Baru - Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Pembentukan susunan kabinet baru Joko Widodo –Ma’aruf Amin masih menjadi sentimen positif terhadap laju indeks harga saham…

Penjualan Sunson Textile Tumbuh 4,9%

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) membukukan penjualan sebesar Rp 317,98 miliar atau…

Bisnis Makin Legit, ROTI Raup Untung 211,7 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berhasil membukukan untung bersih sebesar Rp 211,7…