Returnnya Dinilai Menarik, Dana Pensiun Bidik Investasi Emas

NERACA

Jakarta – Meskipun harga emas belum menandakan peluang penguatan, tidak membuat investasi ini ditinggalkan begitu saja. Pasalnya, investasi emas kedepan masih tetap menjanjikan karena tidak tergerus nilai inflasi. Setidaknya alasan inilah yang menjadi pertimbangan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia tetap memilih emas sebagai investasi.

Ketua Asosiasi Pensiun Indonesia (ADPI) Djoni Rolindrawan mengatakan pihaknya tengah mengkaji wacana untuk melakukan penyertaan dana pensiun dalam bentuk logam mulia emas, “Saat ini masih berupa wacana, baru akan kami kaji dan kami usulkan ke Bapepam LK," katanya di Jakarta, Selasa (25/9).

Dia mengatakan jika dilihat dari statistiknya dalam kurun waktu lima tahun investasi logam mulia emas telah menghasilkan pendapatan sekitar 20%, meskipun jelas sebagai produk investasi tentunya memilki resiko tertentu. "Nilai "return"-nya jelas lebih menarik, tapi kalau diperhatikan memang kecenderungannya nilai emas akan kembali lagi, hal ini tentunya berbeda dengan investasi di bursa efek (saham) yang lebih fluktuatif akibat situasi global," kata Djonie.

Menurutnya, jika dimungkinkan oleh regulator maka porsi investasi emas kemungkinan akan mencapai 5% dari portofolio investasi dana pensiun, sedangkan saat ini investasi dana pensiun berbentuk logam mulia masih terhambat oleh PMK 199 Tahun 2008.

Kata Djoni, sudah saatnya aturan tersebut direvisi mengingat instrumen investasi yang semakin berkembang dan sudah seharusnya instrumen investasi pun mendukung hal tersebut. Saat ini portofolio investasi dana pensiun tersebar di korporasi 25%, Surat Berharga Negara (SBN)30%, saham 20%, dan deposito sekitar 18%, “Saya belum tahu kapan bisa terealisasi mengingat saat ini masih masa peralihan ke OJK, jadi kemungkinan masih banyak PR yang belum dikerjakan,"ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam PMK No. 99 Tahun 2008 tercantum bahwa industri dana pensiun dilaramg untuk berinvestasi emas dengan dasar pemikiran bahwa logam mulia itu kurang produktif dengan potensi pertumbuhan yang minim.

Namun sebelumnya saat harga emas merangkak naik sejak awal 2001, Bapepam LK bersama industri sempat mengkaji resiko dan likuiditas untuk membayar manfaat bagi pensiun. Hal lain yang menjadi pertimbangan wasit pasar modal adalah jenis karat emas yang berbeda, serta harga emas yang cenderung tidak sama di berbagai lokasi di Indonesia.

Masih Konsolidasi

Sementara Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harga emas diprediksi masih akan bergerak konsolidasi dan belum memiliki tanda-tanda penguatan kembalimeski masih bertahan di atas support US$ 1.751 per troy ons.“Data survei iklim bisnis Jerman yang dirilis lebih buruk dari ekspektasi memberikan tambahan sentimen negatif bagi instrumen risiko termasuk harga emas,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelaku pasar saat ini juga menunggu pidato dari Presiden European Central Bank (bank sentral Eropa) Mario Draghi di Berlin. Menurutnya, pernyataan Draghi terkait situasi Eropa akan menjadi penggerak pasar.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga emas mengalami tekanan jual menyusul menguatnya dolar AS dan aksi ambil untung setelah logam mulia ini melonjak dalam beberapa sesi sebelumnya. Namun, meski melemah, logam dan khususnya emas masih tetap memiliki daya tarik bagi investor. Emas mendapatkan proyeksi penguatan dan menarik minat para pengelola keuangan serta investor ritel. (lia)

BERITA TERKAIT

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

CLAY Bidik Pendapatan Tumbuh 14,28%

NERACA Jakarta – Dibuka melesat tajam 126 point saham perdana PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menjadi keyakinan manajemen bila…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…