Tempat Bersejarah Saat Ibadah Haji

Sabtu, 29/09/2012

Pergi haji atau naik haji adalah salah satu ibadah yang dilakukan umat Islam, waktunya pun hanya dilakukan sekali dalam setahun. Di Tanah Suci sendiri, baik Makkah Al Mukaromah maupun Madinah Al-Munawarah, juga terdapat tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan tempat pelaksanaan rukun haji, namun biasa dikunjungi oleh para jemaah haji maupun para peziarah lainnya.

NERACA

Selain berziarah, jamaah haji juga biasa menjadikan tempat ini sebagai tempat yang wajib dikunjungi setelah melakukan ibadah haji.Kota Mekkah dan Madinah memang memiliki keindahan yang sangat menakjubkan dan memiliki historis tentang awalnya peradaban Islam di dunia.

Jamaah haji juga hanya bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sekitar Mekkah, Jeddah dan Madinah, sebab pemerintah Arab Saudi hanya memberikan visa berkunjung di ketiga kota itu bagi para jamaah haji. Berikut ini adalah informasi mengenai beberapa tempat peziarahan bersejarah di Tanah Suci.

Jabal Nur dan Gua Hira. Jabal Nur terletak kurang lebih 6 kilometer di sebelah utara Masjidil Haram, Mekkah. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Jabal Tsur. Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram, Mekkah. Untuk mencapai Jabal Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1,5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah Al-Munawarah.

Jabal Rahmah. Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa penting lainnya yang terjadi di tempat ini adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

Jabal Uhud. Letaknya kurang lebih 5 kilometer dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah dahulu pernah terjadi perang dahsyat antara kaum Muslimin melawan kaum Musyrikin Mekkah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang Syuhada. Di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW.

Makam Baqi’. Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk setempat sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah akan dimakamkan di areal pekuburan ini. Terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Di sana juga dimakamkan Utsman bin Affan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3 atau khalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 hingga 656. Selain itu juga dimakamkan di tempat ini para istri Nabi, putra dan putri Nabi, dan para sahabat Nabi lainnya.

Masjid Qiblatain. Pada masa permulaan Islam, kaum Muslimin melakukan sholat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) di Yerusalem, Palestina. Pada tahun ke-2 Hijriah tepatnya pada bulan Rajab, pada saat Nabi Muhammad SAW melakukan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat sholat diubah ke arah Ka’bah Masjidil Haram, di Mekkah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.

Hajar Aswad. Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang berada di sudut Tenggara Ka’bah, tempat di mana Tawaf dimulai. Batu ini diturunkan Allah SWT dari Surga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad sendiri terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan direkatkan dalam lingkaran perak.

Hijir Ismail. Hijir Ismail terletak berdampingan dengan Ka’bah dan berada di sebelah utara Ka’bah. Antara Hijir Ismail dan Ka’bah hanya dibatasi tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi 1,5 meter. Hijir Ismail itu pada mulanya hanya berupa pagar batu sederhana. Kemudian para Khalifah, Sultan, dan Raja-raja yang berkuasa mengganti pagar batu itu dengan batu marmer. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail. Di situlah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya.