"Subsidi BBM Jangan Lebihi Rp 216,8 Triliun"

Sabtu, 22/09/2012

NERACA

Pemerintah berharap subsidi bahan bakar minyak pada 2012 tidak melebihi jumlah Rp 216,8 triliun.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo berharap subsidi Bahan Bakar Minyak tahun ini tak menembus angka Rp 216,8 triliun, agar tidak mengganggu APBN.

"Kalau bisa di bawah Rp 216 triliun. Hal itu sedang diupayakan Menteri ESDM bersama sektor terkait lainnya," ujar Agus seusai menghadiri Annual Report Award di Jakarta, Selasa malam (18/9).

Kuota BBM pada 2012 sebesar 40 juta kiloliter diperkirakan akan habis pada Oktober mendatang. Sekarang pemerintah sedang membahas kemungkinan penambahan 4 juta kiloliter untuk memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2012.

Meskipun demikian, Menkeu berharap kebutuhan pada akhir tahun tidak sedemikian besar. Paling tidak di kisaran 3,5 juta kiloliter. "Karena itu di sektor energi, khususnya Menteri ESDM, Pertamina, PLN akan berusaha mengendalikan," tuturnya.

Dia juga memastikan, pemerintah sudah menyiapkan dana-dana cadangan untuk menutupi anggaran subsidi BBM apabila benar-benar menembus 4 juta kiloliter.

Melonjaknya perhitungan subsidi BBM 2012 dari Rp 137 triliun menjadi Rp 216,8 triliun, menurut Agus, tak hanya mempertimbangkan penambahan kuota BBM, tetapi juga rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan nilai tukar rupiah yang berada di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012.

Sebelumnya, dalam APBN 2012 pemerintah dan DPR menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 105 per barel. Sedangkan saat ini rata-rata ICP berada di posisi US$ 110 per barel. Sedangkan rata-rata nilai tukar rupiah berada di level Rp 9.250 per dolar AS, di atas asumsi dalam APBN-P 2012 yakni Rp 9.000 per dolar AS.

Untuk rancangan APBN tahun depan, semula pemerintah tidak mengusulkan pengurangan subsidi energi. Bahkan, jumlah subsidi BBM yang diminta pemerintah naik dari Rp 202, 4 triliun menjadi sedikitnya Rp 274 triliun. (agus/dbs)