Muluskan Proyek, Semen Gresik Minta Jaminan Pemerintah - Bangun Pabrik di Papua

NERACA

Jakarta – Keinginan pemerintah agar pembangunan infrastruktur merata hingga di Papua, rupanya menjadi alasan dibalik rencana PT Semen Gresik Tbk (SMGR) untuk membangun pabrik. Namun guna memuluskan rencana tersebut, perseroan meminta jaminan pemerintah.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Seotjipto mengatakan, pihaknya meminta jaminan fasilitas infrastruktur jika memang rencana tersebut dijalankan, “Banyak hal yang dibutuhkan seperti infrastruktur, bila kita yang investasi biayanya sangat mahal," katanya di Jakarta, Senin (17/9).

Saat ini, perseroan masih melakukan kajian berbagai aspek untuk pembangunan pabrik di Papua. Pasalnya, bila investasi di Papua sangat disyaratkan pula membangun dermaga dan packing plat yang November akan disiapkan. Sebagai informasi, permintaan pembangunan pabrik Semen Gresik di Papua berawal saat Menteri BUMN Dahlan Iskan pada kunjungannya ke kabupaten Wamena Papua.

Dalam kunjungan itu, Dahlan meminta PT Semen Gresik untuk membangun pabrik semen di Wamena. Hal ini sebagai solusi mengatasi mahalnya harga semen pada kabuputen-kabupaten di pengunungan tengah Jayawijaya.

Bangun Semen Indonesia

Selain itu, Dwi juga mengungkapkan setidaknya diperlukan dana investasi sebesar Rp50 miliar untuk membentuk PT Semen Indonesia. Perusahaan gabungan ini merupakan peleburan dari PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang.

Saat ini proses pembentukan perusahaan gabungan tersebut masih dalam tahap persiapan. "Kemulusan aspek legal, menata hal yang terkait dengan akunting, legal, sistem tapi yang terpenting sosialisasi yang kita lakukan dengan baik," kata Dwi Soetjipto.

Dia mengungkapkan, dana yang diperlukan untuk proses pembentukan Semen Indonesia mencapai Rp50 miliar. Di sisi lain, dirinya mengakui proses pembentukan Semen Indonesia menghadapi kendala dari internal tiga perusahaan BUMN semen tersebut. "Kalau di perusahaan hambatan berkaitan fanitisme kelompok," katanya.

Kendati demikian, dia yakin pembentukan Semen Indonesia ini akan tuntas pada akhir 2012. "Memantapkan sinergi yang kuat, tidak menghindari kemungkinan goyah oleh berbagai pihak, kedua value kebutuhan perusahaan berkembang ke arah investmen managemen daripada operasional managemen yakni pengembangan usaha," ujarnya.

Sementara terkait merek (brand), perseroan akan tetap mempertahankan yang lama kendati Semen Indonesia terbentuk. "Kalau brand akan masih pertahankan yang masih kuat di pasar, tetap ada semen tonasa, gresik, dan padang," kata Dwi.

Cari Pendaan

Lebih lanjut Dwi menambahkan, perseroan berencana menjajaki opsi pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi untuk memenuhi sisa kebutuhan dana pengembangan hingga 2013 berkisar Rp4-5 triliun, “Diperlukan dana sekitar Rp9 triliun atau sekitar US$ 900 juta,"ungkapnya.

Dana tersebut, menurutnya, diperlukan untuk pembangunan dua pabrik baru yakni berlokai di Indarung, Padang dan Rembang, Jawa Tengah. Pembangunan dua pabrik itu membutuhkan dana sekitar Rp7 triliun, sedangkan ekspansi regional diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp2 triliun atau US$ 200 juta. Namun, perseroan masih memiliki "free cash" sekitar Rp3-4 triliun.

Maka untuk memenuhi sisa kebutuhan itu, perseroan berencana melakukan negosiasi dengan beberapa institusi keuangan, sehingga pada awal 2013 diharapkan skema pendanaan sudah dapat ditentukan, “Kebutuhan dana kita berkisar US$ 400-500 juta, jadi misalnya pinjaman perbankan US$ 200 juta dan obligasi US$ 200 juta. Kita lakukan dua-duanya, namun kita lebih cenderung ke rupiah," tuturnya.

Diakuinya, skema pendanaan harus ditetapkan dengan segera, karena proyek tersebut harus berjalan dan memerlukan kepastian kucuran dana. Dua opsi pendanaan yang menggunakan denominasi rupiah ini didasari kenyataan bahwa pendapatan perseroan masih dalam mata uang rupiah, bukannya dolar AS.

Asal tahu saja, pembangunan dua proyek dan ekspansi ke luar negeri akan berlangsung dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Namun, perseroan juga harus mempersiapkan proyek baru pada tahun berikutnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Menperin Tegaskan Pemerintah Fokus Hilirisasi Industri Migas

NERACA Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkokoh sektor migas dan energi di dalam negeri. Salah satu langkah strategisnya, diwujudkan…

Minerba - Pabrik Pengolahan Nikel 230.000 Ton Ditargetkan Beroperasi 2021

NERACA Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

APLN Lanjutkan Proyek Reklamasi Pulau G

Sempat tersandung masalah hukum terkait suap soal reklamasi, PT Agung Podomoro Tbk (APLN) rupanya tahun ini terus melanjutkan proyek yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Waskita Beton Oversubscribe 2,18 Kali

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe untuk penawaran awal obligasi berkelanjutan I…

Mahaka Radio Bagikan Dividen Rp 7 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar…

Dividen Delta Djakarta Naik 88,3% - Pemprov DKI Jakarta Kebagian Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta – Di balik rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA),…