IHSG Awal Pekan Masih Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Diluar prediksi, perdagangan saham indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan ditutup menguat 86,36 poin atau 2,07% ke posisi 4.256,99. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 16,64 poin (2,32%) ke level 732,53.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, penguatan IHSG naik signifikan ditopang seiring dengan pengumuman stimulus pelonggaran kuantitatf (QE) yang diumumkan oleh The Fed, “IHSG menguat signifikan menembus rekor tertinggi pada perdagangan akhir pekan,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengatakan, The Fed akan melakukan pembelian "mortgage debt" sebesar US$ 40 miliar per bulan dan akan menahan suku bunga rendah hingga pertengahan 2015, sebelumnya hanya sampai akhir 2014.

Rencananya, pembelian surat utang itu akan dilakukan hingga pasar tenaga kerja membaik atau dengan kata lain tanpa batas karena sudah selama 43 bulan angka pengangguran berada di atas delapan persen dan tidak menunjukan perbaikan.

Dengan tindakan yang diambil the Fed itu, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dalam berinvestasi, konsumsi, dan bagi pebisnis akan menambah tenaga kerjanya,” "Dengan stimulus yang akan dilakukan, the Fed merevisi proyeksi angka pengangguran untuk 2014 dari tujuh persen sampai 7,7% menjadi 6,7% - 7,3% dan untuk 2015 kisaran 6% sampai 6,8%,”ungkapnya.

Purwoko menambahkan, The Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 dari 2,2% - 2,8% menjadi 2,5% sampai tiga persen sedangkan untuk 2014 menjadi 3% hingga 3,8%. Berikutnya, indeks Senin awal pekan diproyeksikan ruang naik untuk IHSG relatif terbatas pada kisaran "support-resistance" 4.230-4.275.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, tercatat total frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 219.110 saham diperdagangkan dengan total volume 6,18 juta. Adapun total nilainya mencapai Rp 6,72 miliar. Sebanyak 197 saham tercatat mengalami peningkatan sedangkan 44 saham turun. Sementara 91 saham masih enggan bergerak.

Sektor pertambangan mencatatkan peningkatan cukup tinggi hingga 4,48% atau 88,42 poin ke level 2061,028 disusul oleh sektor pertanian yang naik 86,610 poin ke level 2316,330. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractors (UNTR) naik Rp 1.400 ke Rp 22.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.350 ke Rp 23.000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 39.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 49.050, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 27.8000, Surya Toto (TOTO) turun Rp 150 ke Rp 6.950.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 84,17 poin (2%) menjadi 4.254,81, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 naik 18 poin (2,5%) menjadi 733,88. Tercatat seluruh sektor saham mengalami penguatan yang dipimpin sektor perkebunan sebesar 3,8%, pertambangan 3,7% dan industri dasar 2,8%.

Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 120.431 saham dengan total volume 3,59 miliar lembar senilai Rp3,58 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 33 saham turun dan 69 saham tidak bergerak. Saham yang mengalami penguatan antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menanjak Rp1.650 menjadi Rp23.300, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp1.050 menjadi Rp39.850 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp1.050 menjadi Rp21.650.

Sementara saham yang mengalami penurunan antara lain PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melemah Rp300 menjadi Rp22.550, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) merosot Rp300 menjadi Rp4.400 dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun Rp100 menjadi Rp4.900.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 34,79 poin atau 0,83% ke posisi 4.205,42, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,86 poin (1,24%) ke level 724,75, “Bursa Asia dibuka menguat sekitar satu persen memfaktorkan sentimen positif dari peluncuran pelonggaran kuantitatif (QE) oleh The Fed," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, the Fed mengumumkan akan melakukan QE dalam bentuk pembelian obligasi berbasis "mortgage backed securities" dengan nilai US$ 40 miliar setiap bulan dan berencana mempertahankan kebijakan suku bunga rendah hingga pertengahan 2015.

Sentimen itu juga disambut positif di bursa komoditas dengan harga minyak menguat 1,3% ke level US$ 98,3 per barel dan harga emas dunia menguat ke level tertinggi sejak Feb 2012 di US$ 1.767 per ons.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 473,96 poin (2,36%) ke level 20.521,59, indeks Nikkei-225 naik 136,80 poin (1,52%) ke level 9.131,51, dan Straits Times menguat 36,35 poin (1,21%) ke level 3.066,78.(bani)

Related posts