Risiko Tinggi, Reksa Dana Saham Masih Jadi Idola Investor

Catatkan Dana Kelola Rp 61,5 Triliun

Senin, 17/09/2012

NERACA

Jakarta - Tahun 2012 tampaknya masih menjadi tahun yang subur bagi industri reksa dana di Indonesia. Faktanya, beberapa produk reksa dana tetap mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fachri Hilmi mengatakan, reksa dana saham lebih besar dibandingkan reksa dana terproteksi, “Berdasarkan catatan Bapepam-LK, untuk pertumbuhan reksa dana saat ini didominasi oleh reksa dana saham yang berhasil mencapai nilai sebesar Rp61,5 triliun dibandingkan reksa dana terproteksi sebesar Rp41,8 triliun,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sementara untuk reksa dana pendapatan tetap, nilainya mencapai Rp33 triliun, reksa dana campuran sebesar Rp 20,8 triliun, dan reksa dana pasar uang sebesar Rp13 triliun. Meskipun demikian, hingga bulan ini terjadi kecenderungan bahwa reksa dana terproteksi yang paling diminati investor dibanding jenis reksa dana lainnya.

Hal tersebut menurut Fachri, skema reksa dana jenis ini lebih menarik bagi investor. Reksa dana terproteksi menurut data Bapepam LK sampai dengan akhir pekan kemarin, jumlahnya 16 proses peryataan pendaftaran dibanding reksa dana saham yang dari segi nilai lebih besar, yaitu hanya 4 jumlah.

Mengenai pertumbuhan reksa dana, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abipryadi Riyanto juga pernah mengatakan, pihaknya optimis industri reksa dana akan mengalami pertumbuhan pada 2012. Menurut dia, reksa dana nasional tahun ini diperkirakan akan tumbuh 10%-15%, terlebih jika kondisi Eropa terus membaik, “Asalkan kondisi Eropa tidak mengalami gejolak yang signifikan dan keadaannya bisa terus membaik, industri reksa dana bisa meningkat 10-15%.” tandasnya.

Sebelumnya, Bapepam-LK meliris, meskipun dana kelolaan reksa dana turun Rp3,96 triliun menjadi Rp169,99 triliun pada Agustus 2012 dari posisi Juli 2012 sebesar Rp173,95 triliun, jumlah unit naik menjadi 106,70 miliar unit pada Agustus 2012 dari Juli 2012 sebesar 105,81 miliar.

Adapun dana kelolaan tersebut terdiri dari reksa dana saham mencapai Rp59,56 triliun, reksa dana terproteksi sebesar Rp41,10 triliun, reksa dana pasar uang sebesar Rp12,95 triliun, reksa dana campuran sebesar Rp20,96 triliun, reksa dana indeks sebesar Rp299,48 miliar, reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp30,48 triliun, reksa dana ETF- saham sebesar Rp68,36 miliar, dan reksa dana ETF-pendapatan tetap sebesara Rp1,09 triliun.

Mencermati Produk Reksa Dana

Masih positifnya pertumbuhan reksa dana juga diamini oleh Head of Retail Manager Panin Aset Management R.G Andriyanto. Dia menilai, meskipun Indeks Harga Saham (IHSG) masih fluktuatif, beberapa waktu ke depan diyakini akan kembali rebound, “Banyaknya dana asing yang keluar disebabkan pengaruh krisis global Eropa, tapi kami optimis investasi dalam bentuk reksa dana tetap akan mengalami pertumbuhan karena sebenarnya penurunan yang terjadi hanya kekhawatiran investor,”katanya saat dihubungi Neraca.

Reksa dana saham sejauh ini memang berada pada peringkat atas, kemudian reksa dana pendapatan tetap dan campuran karena dinilai lebih aman. Investor agresif biasanya lebih berminat pada jenis reksa dana saham. Pasalnya, meskipun nilai risikonya tinggi, reksa dana saham menawarkan potensi return yang tinggi.

Namun, bagi investor yang lebih konservatif, yang menyanggupi tingkat risiko fluktuasinya relatif lebih kecil, dan tidak memiliki kebutuhan likuiditas jangka pendek, reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi alternatif untuk berinvestasi.

Dia menambahkan, meskipun secara keseluruhan portofolio saham perusahaannya sempat terkoreksi, tetapi bila dibandingkan tiga tahun lalu angkanya sudah positif. Rencananya, pihaknya akan menerbitkan produk reksa dana baru dalam bentuk reksadana campuran syariah dan diyakini bisa menambah dana kelola karena reksa dana syariah termasuk menjadi alternatif investor saat ini. “Di 17 September, rencananya akan diluncurkan reksa dana campuran syariah, targetnya sekitar Rp50 miliar hingga Rp100 miliar dari target pengelolaan dana Rp10 triliun pada tahun ini dari 9 produk yang dimiliki.” jelasnya.

Panin Aset Management mencatat, dana yang berhasil dikelola pada pertengahan tahun ini mencapai Rp10 triliun dibandingkan semester I/2011 yaitu sebesar Rp6 triliun. Dengan adanya penambahan produk reksa dana tersebut, pihaknya optimis bisa memenuhi quota yang dipersyaratkan oleh Bapepam-LK.

Sampai dengan Agustus 2012, Bapepam LK mencatat, untuk reksa dana syariah dalam bentuk reksa dana syariah terproteksi mencapai Rp134,18 miliar, reksa dana syariah saham sebesar Rp1,96 triliun, reksa dana syariah campuran sebesar Rp1,49 triliun dan reksa dana syariah pendapatan tetap sebesar Rp712,81 miliar. (lia)