KKP Diminta Garap Perikanan di Kawasan Timur - Industri Maritim

NERACA

Jakarta – Wakil Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani mengatakan, sektor kelautan dan perikanan kian berpotensi besar sebagai salah satu sektor unggulan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kendati demikian diakui Abdul, tantangan utama yang kini dihadapi masyarakat di Provinsi Maluku Utara masih berkutat pada rendahnya pendapatan masyarakat sehingga taraf kesejahteraan mereka relative rendah. “Jika sektor ini dapat terus ditingkatkan, maka saya optimis akan membawa pengaruh multiflier effect yang begitu luas,” jelasnya seperti dikutip dari situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu (12/9).

Sebab itu, Abdul meminta, agar KKP dalam hal ini agar terus mendorong sektor kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia dengan mengembangkan produk perikanan yang berdaya saing tinggi dan secara berkelanjutan, sebagai penghela ekonomi di daerah. Langkah lainnya, yakni dengan merangsang sumber pertumbuhan daerah melalui peran serta sektor swasta.

Provinsi Maluku Utara memiliki luas wilayah laut 106.9 Km2 atau 76 persennya merupakan wilayah laut. Sementara potensi sumber daya ikan yang terkandung sebesar 644 ribu ton/tahun.Data Komnas Kajiskan dan Balitbang KKP menyebutkan potensi perikanan laut Maluku utara per tahunnya yaitu, pelagis besar sebanyak 106 ribu ton sementara potensi yang baru dimanfaatkan sebesar 35 persen, potensi pelagis kecil sebesar 379 ribu ton sedangkan 31,4 persennya baru dimanfaatkan dan demersal 83 ribu ton dengan tingkat pemanfaatan sebesar 38%.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KKP, Gellwynn Jusuf mengatakan Provinsi Maluku Utara merupakan model percontohan yang telah menerapkan prinsip-prinsip dari ekonomi biru (blue economy). “Provinsi Maluku Utara telah mengembangkan kawasan konservasi sumber daya alam laut dan wisata bahari yang sejalan dengan konsepsi ekonomi biru,” kata Gellwynn.

Gellywnn menjelaskan, Provinsi Maluku Utara termasuk dalam koridor 6 MP3EI dan masuk sebagai koridor Kawasan Perhatian Investasi (KPI). Hal ini terkait karena Provinsi Maluku Utara kaya akan sumber daya alam baik itu pertanian, perikanan perkebunan maupun hasil tambang. “Untuk itu, kita perlu mendorong sektor swasta untuk menanamkan investasinya untuk mengelola sumber daya alam yang terkandung. Tentunya pemanfaatan dan pengelolaan itu sesuai dengan koridor dari ekonomi biru tanpa meninggalkan aspek kelestarian lingkungan,” sambungnya.

Konsepsi ekonomi biru berperan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara efisien, rendah emisi karbon dan limbah (zero waste) yang sejalan dengan upaya pemeliharaan daya dukung dan kualitas lingkungan sumber daya kelautan dan perikanan. Kawasan Timur Indonesia memiliki sumber daya ikan yang menjanjikan dengan daya dukung perairan yang cukup melimpah.

Guna mempersiapkan desa tangguh bencana, KKP telah menelurkan sebuah program PDPT. “Program ini sebagai benteng ekologis dalam mengurangi risiko bencana dan dampak perubahan iklim, penguatan desa-desa pesisir terluar yang menjadi basis geopolitik untuk ketahanan nasional,” jelasnya.

Selama kurun waktu 2012 program Desa Pesisir Tangguh (PDPT) telah berhasil direalisasikan di 48 desa di seluruh Indonesia. Kemudian dilanjutkan pada 2013 yang akan menargetkan 60 desa pada 20 Kab/kota Desa Pesisir Tangguh. Sasaran program pengembangan desa pesisir tangguh tersebut ditujukan untuk merevitalisasi kelembagaan di desa-desa atau koorporatisasi lembaga desa, dan memperbaiki infrastruktur di desa-desa itu.

BERITA TERKAIT

Industri Sawit Bertahan

Industri kelapa sawit di Indonesia sudah sejak lama menarik reaksi negatif di dalam negeri karena dianggap merusak lingkungan. Hilangnya habitat…

Garap Bisnis Internet Kabel - XL Berambisi Jadi Operator Nomor Dua

NERACA Jakarta – Selain memacu pertumbuhan bisnis di layanan data lebih agresif lagi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus mengembangkan…

Kemenperin Gandeng IMIP Gelar Diklat 3 in 1 Industri Logam

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sepakat menjalin kerja sama dalam upaya mencetak tenaga…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Insinyur Perlu Berkontribusi Ciptakan Inovasi

NERACA Jakarta – Insinyur dinilai berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. Hal…

Sektor Riil - Komplek Petrokimia Senilai US$3,5 Miliar Dibangun di Cilegon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor…

Kemenperin Gandeng IMIP Gelar Diklat 3 in 1 Industri Logam

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sepakat menjalin kerja sama dalam upaya mencetak tenaga…