Genjot Pembiayaan Motor, Adira terbitkan Obligasi Rp 1,627 Triliun

Tawarkan Bunga 6,5% hingga 8,75%

Kamis, 13/09/2012

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan likuiditas pembiayaan, PT Adira Finance Tbk (ADMF) berencana menerbitkan obligasi tahap II tahun 2012 sebesar Rp1,627 triliun. Obligasi ini masih menjadi bagian dari obligasi berkelanjutan senilai Rp6 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya yang diterbitkan Rabu (12/9). Adapun dana dari obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan kendaraan bermotor. Rencananya, perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan dalam tiga tahap yaitu tahap I tahun 2011 sebesar Rp2,523 triliun, tahap II tahun 2012 sebesar Rp1,85 triliun dan tahap III tahun 2012 Rp1,627 triliun.

Disebutkam obligasi ketiga ini dibagi menjadi tiga seri yaitu seri A sebesar Rp376 miliar dengan bunga 6,5% yang jatuh tempo dalam 370 hari. Sedangkan obligasi seri B sebesar Rp578 miliar dengan bunga 7,75% berjangka waktu 36 bulan.

Adapun seri C dari obligasi itu sebesar Rp673 miliar dengan bunga 8,75% dengan jangka waktu 60 bulan. Anak usaha PT Bank Danamon Tbk ini menunjuk PT CIMB Securities, Danareksa Sekuritas, Indo Primiere dan Standard Charterd Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan wali amanat PT BNI Tbk (BBNI).

Sebagai informasi, masih prospeknya penjualan kendaraan bermotor hingga akhir tahun menjadi alasan bagi Adira Finance untuk terus menggenjot penjualan. Bahkan perseroan telah menargetkan peningkatan pembiayaan baru sebesar Rp29 triliun bila keadaan kurang bagus, namun bila sedang baik sebesar Rp31 triliun.

Direktur Keuangan dan Kepatuhan I Dewa Made Susila pernah bilang, guna mendukung pertumbuhan pembiayaaan perseroan membutuhkan dukungan dana sekira Rp12 triliun, baik melalui skema pembiayaan bersama dengan induk perusahaan PT Danamon Indonesia Tbk, maupun melalui sumber dana lain, seperti pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi.

Pada akhir Juni, perseroan memperoleh pinjaman sebesar Rp14,5 triliun dan jumlah pinjaman ini akan terus meningkat seiring dengan penigkatan penyalur pembiayaan baru. Made juga menambahkan dalam RUPS juga perseroan meminta persetujuan RUPS untuk menjaminkan kekayaan perseroan yang berjumlah lebih dari 50% akan tetapi tidak melebihi 300% dari jumlah kekaayaan bersih perseroan dan tidak termasuk aset pembiayaan bersama antara perseroan dan Danamon.

Tercatat selama semester I-2012 perseroan telah berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp16,4 triliun. Perseroan juga memperoleh pinjaman, termasuk melalui penerbitan MTN dan obligasi sebesar Rp14,8 triliun yang dijamin dengan piutang pembiayaan persero senilai Rp6,8 triliun. (bani)