Sains Jadi Modal Pembangunan Bangsa

OSN Perlu Dipertahankan

Sabtu, 15/09/2012
Kecintaan pada ilmu pengetahuan sangat penting karena menjadi modal utama dalam pembangunan sebuah bangsa. NERACA Perkembangan teknologi yang semakin pesat, menuntut manusia untuk melakukan penerapan di segala bidang guna mencapai kemajuan teknologi, termasuk perkembangan sains yang semakin mutakhir Dalam setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menuturkan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memiliki tiga unsur penting. Pertama,iptek dapat dipakai menyelesaikan persoalan. Kedua, sebagai daya dorong suatu bangsa. Ketiga, Iptek sebagai pemungkin. Dia meyakini, jika ilmu pengetahuan tak dikuasai, maka pembangunan bangsa tidak akan pernah tercapai dengan sempurna. Apakah sains sudah dicintai? Meskipun pendidikan sains adalah bidang ilmu yang cukup strategis dalam pembangunan bangsa, namun bidang ini kurang diminati. Jika hal itu terus dibiarkan, maka akan berdampak kurang baik bagi perkembangan bangsa. Nuh mengatakan, kecintaan pada ilmu pengetahuan sangat penting karena menjadi modal utama dalam pembangunan sebuah bangsa. Demi mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 45, hanya bisa diraih jika ilmu pengetahuan melekat di setiap unsur kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, untuk menggalakkan kecintaan anak didik terhadap sains, pemerintah Indonesia melakukan beragam terobosan, salah satunya adalah dengan mengadakan perlombaan atau Olimpiade Sains Nasional (OSN) XI 2012 yang dimulai dari level sekolah, kecamatan, kota/kabupaten/ provinsi sampai nasional dan internasional yang digelar 2-7 September lalu. Nuh mengatakan, OSN merupakan media untuk menyemai keterampilan anak yang memiliki kemampuan yang bagus dari bebagai jenjang dan daerah. Peserta yang tampil dalam OSN adalah siswa dan guru pilihan yang telah melewati berbagai macam seleksi di daerah masing-masing. Nuh memaparkan, tidak semua para juara berasal dari kota saja, tetapi juga dari daerah.” Mereka punya potensi bagus. Buka kesempatan untuk mereka dan dorong siapapun yang menjadi juara. Pastikan mereka mendapatkan beasiswa,” katanya. Tema OSN XI 2012 adalah “Membentuk Generasi Emas yang Inovatif, Berbudaya, dan Berdaya Saing”. Kegiatan OSN ini merupakan salah satu bentuk sarana aktualisasi para siswa dan guru dalam menampilkan hasil belajar-mengajar di kelas. OSN sekaligus wahana menumbuhkembangkan semangat berkompetisi dan tradisi berprestasi baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Melalui OSN, Nuh berharap, kecintaan pada ilmu pengetahuan dapat tertanam dalam jiwa seluruh siswa dan peserta. Inilah aspek strategis mengapa OSN yang mulai digelar sejak 2002 perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan karena memiliki aspek strategis. “Kita ingin menciptakan dan membangun atmosfer dan budaya berbasis ilmu pengetahuan,” katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan OSN 2012 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan OSN Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad melaporkan, rangkaian kegiatan OSN yang digelar dari 2-7 September diselenggarakan di sejumlah tempat di Jakarta. Dia menyebutkan,OSN diikuti sebanyak 3.102 peserta. “Peserta yang hadir adalah peserta unggulan yang telah diseleksi dan siap memberikan yang terbaik,” katanya. Adapun bidang ilmu yang dilombakan tingkat SD meliputi matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sedangkan pada tingkat SMP meliputi matematika, fisika, biologi, dan IPS Terpadu. Sebelumnya, OSN untuk jenjang SMP telah dilaksanakan pada tanggal 28 Juni s.d. 4 Juli2012 di Pontianak karena menyesuaikan dengan jadwal persiapan keikutsertaan pada olimpiade internasional. Pada tingkat PKLK pendidikan dasar bidang lomba meliputi matematika IPA, cerdas cermat MIPA, bisnis plan, dan teknologi informasi (TI). Kegiatan diselenggarakan di Bali pada tanggal 2-6 September 2012. Adapun pada tingkat SMA meliputi matematika, fisika, biologi, kimia, astronomi, komputer, ekonomi, dan kebumian. Kemudian pada tingkat PKLK pendidikan menengah bidang lomba meliputi matematika, fisika, dan biologi. Sementara OSN Terapan SMK meliputi bidang lomba matematika terapan, matematika nonteknologi, biologi terapan, kimia terapan, dan fisika terapan diselenggarakan Oktober mendatang di DIY. Sebanyak 100 finalis guru hasil seleksi tingkat provinsi juga berlomba. Untuk guru SMP berkompetisi di bidang matematika dan fisika, sedangkan guru SMA di bidang matematika, fisika, dan kimia. Adapun kompetisi untuk guru SMK akan dimulai tahun depan. Selain kegiatan pokok OSN, diselenggarakan juga sejumlah kegiatan pendukung diantaranya Seminar Nasional Guru dan Wisata Edukasi. Di samping itu, untuk jenjang SMK diselenggarakan lomba debat bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Jepang, dan bahasa Mandarin. Kegiatan diikuti sekitar 160 peserta terdiri atas siswa SMK terbaik dari seluruh Indonesia. Namun sayangnya, lomba-lomba sains, seperti OSN yang bagus hanya menyentuh anak-anak yang memiliki kelebihan, baik dalam hal kepandaian maupun fasilitas. Padahal sains itu milik semua.