Tingkatkan Disiplin, BEI Cabut Izin Dua Anggota Bursa

NERACA

Jakarta– Guna meningkatkan tingkat kedisiplinan anggota bursa (AB), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah banyak memberikan sanksi tegas dan termasuk pencabutan status AB. Tercatat BEI sudah mencabut 7 perusahaan efek dari keanggotaan bursa.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota BEI Uriep Budhi mengatakan, pihaknya sudah mencabut status anggota bursa dari dua sekuritas, PT RBS Asia Securities Indonesia (kode broker HG) dan PT Dinar Securities (DS). Maka dengan pencabutan tersebut, saat ini tercatat sudah ada 7 perusahaan efek yang Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dicabut otoritas BEI.

“Status keanggotaan bursa dari Dinar Securities dan RBS Asia Securities Indonesia baru dicabut. Sehingga saat ini jumlah pemegang saham BEI dimiliki oleh 118 anggota bursa dimana 114 aktif bertransaksi dan 4 tengah disuspend izin berdagang sahamnya,” katanya di Jakarta, Rabu (5/9).

Menurutnya, SPAB Dinar Securities dicabut lantaran sudah tidak memiliki modal lagi. Sejak pemberlakukan perhitungan haircut Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) di Februari 2012 lalu, MKBD Dinar Securities memang berkurang drastis menjadi Rp0 alias tidak memiliki modal lagi dari Rp72,49 miliar di akhir Januari 2012.“Sejak Februari, SPAB Dinar Securities sudah kami cabut,” ungkap Uriep.

Sedangkan SPAB RBS Asia Securities Indonesia telah dicabut di sekitar Juli 2012 – Agustus 2012. “Pencabutan SPAB RBS Asia Securities Indonesia karena mereka memang menghentikan operasionalnya di Indonesia. Mereka mengembalikan SPAB-nya kepada kami,” tambah Direktur Utama BEI, Ito Warsito, ditempat yang sama.

Sedangkan empat anggota bursa yang izin berdagangnya di BEI masih dalam tahap suspend adalah PT Optima Kharya Capital Securities (CM), PT Jakarta Securities (WW), PT Finan Corpindo Nusa Securities (AY) dan PT Bapindo Bumi Sekuritas (BP).

Optima disuspend lantaran kasus penyelewengan dana nasabahnya, Jakarta Securities disuspend lantaran masih ada kasus hukum yang berkaitan dengan PT Jakarta Investment Management terkait penyelewengan dana investasi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Sedangkan suspend dua sekuritas lainnya, Finan dan Bapindo Bumi, karena MKBD kedua sekuritas ini jauh di bawah batas minimal perhitungan MKBD sebesar Rp25 miliar jika ingin beroperasi sebagai perantara perdagangan efek.

Asal tahu saja, kondisi bertolak belakang dengan pihak BEI yang kesulitan dalam melakukan lelang kursi AB lantaran sepi peminat. Namun disatu sisi, pihak BEI banyak mencabut keanggotaan bursa.

Sebelumnya, Direktur BEI Samsul Hidayat mengatakan, pelelangan saham BEI pada 3 September 2012 tidak terselenggara alias batal. Alasannya, karena sampai dengan 24 Agustus 2012 tidak ada calon peserta lelang yang memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota bursa efek. "Setiap peserta lelang harus terlebih dahulu memenuhi syarat menjadi Anggota Bursa Efek sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor 111-A tentang Keanggotaan Bursa," katanya.

Seperti diketahui, saham bursa yang dilelang adalah milik Saham Patalian Water Securindo (nomor saham 196), United Asia Securities (nomor saham 188), Antaboga Deltasekuritas Indonesia (nomor saham 012), Signature Capital Indonesia (nomor saham 045) dan Sarijaya Permana Sekuritas (nomor saham 181). (bani)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…