Quantum Leap Garuda Merebut Pasar Lokal

Perkuat Penerbangan Domestik

Rabu, 05/09/2012

NERACA

Jakarta – Besarnya potensi pasar industri penerbangan dalam negeri menjadi fokus utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk fokus menggarap pasar penerbangan domestik. Keseriusan Garuda menggarap penerbangan domestic tidak hanya dengan menambah 20 armada baru, tetapi mempercantik infrastrukturnya. Terlebih saat ini, persaingan industri perbangan semakin sengit seiring dengan serbuan maskapai asing.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, perusahaan menginvestasikan sebesar Rp 37,5 triliun dari tahun 2012 hingga 2015 guna memperkuat jaringan penerbangan domestic, “Investasi tersebut tidak termasuk recana penambahan perbaikan fasilitas di luar Jakarta, “katanya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, untuk aksi korporasi ini, sumber pendaan berasa dari penerbitan obligasi maupun penerbitan saham baru atau rights issue. Untuk perbitan obligasi tersebut berupa berdominasi dolar ataupun rupiah. Sementara untuk rencana tersebut, perseroan sudah menunjuk Standar Chartered Securities Indonesia sebagai penasihat keuangan dalam pendaan investasi tersebut.

Kata Emir, perolehan dana salah satunya untuk membuka lima hub penghubung yang berfungsi sebagai 'homebase' Garuda, yang direncanakan berada di Jakarta, Medan, Makasar, Balikpapan, dan Denpasar. Hub Jakarta (Cengkareng) akan menjadi hub utama yang menghubungkan koridor 1 hingga 6. "Dengan adanya enam hub ini, maka kami dapat melayani frekuensi penerbangan sekitar 1.000 per hari. Sekarang kita mendekati 390 penerbangan per hari," ujarnya.

Sementara Hub Medan, menurut Emir, akan dibuka tahun depan. Hub ini menghubungkan hub 1 dan 2. Pesawat yang akan digunakan adalah pesawat Boeing 737-800 dan juga lima pesawat jenis CRJ. Kemudian hub Kalimantan dan Balikpapan akan menghubungkan koridor 1-4. Sementara itu, hub Denpasar akan ditingkatkan untuk melayani rute penerbangan internasional, selain Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Hub Denpasar akan melayani koridor 2, 3, 4, dan 5.

Sedangkan, hub Makassar direncanakan akan ditambah sebanyak 60 rute, di mana Bandara Ujung Pandang akan terhubung dengan koridor yang lainnya. "Kami berharap koneksi ini dapat meningkatkan perekonomian yang terjadi di koridor 1-6. Kami melihat ada pertumbuhan di penerbangan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Mengandalkan Citilink

Selain itu, Garuda optimis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja sebesar 20% pada 2012. Dimana pertumbuhan kinerja ini akan didorong anak usahanya Citilink dengan merebut pasar Low Cost Carrier (pasar berbiaya murah).

Pihak GIAA mengaku masih cukup optimistis dengan kinerjanya di segmen menengah ke bawah tersebut dengan mengandalkan anak usahanya, yaitu Citilink. “Kami yakin Citilink adalah ke depan akan semakin membesar dan menjadi pendukung bagi kinerja Garuda di masa mendatang. Kami melihat konsolidasi sedang terjadi, dan yang akan bertahan adalah yang memiliki economic of scale,” ujar Emirsyah Satar.

Dengan optimalisasi promosi dan maintenance image yang memadai, menurut Emirsyah, pihaknya yakin merek Citilink di mata masyarakat tidak akan kalah mentereng dan dikenal bila dibandingkan maskapai lain, termasuk juga AirAsia.

Untuk lebih memaksimalkan kinerja Citilink ke depan, Emirsyah menjelaskan, pihaknya sengaja memilih strategi khusus dengan menyasar segmen anak muda sebagai target utama Citilink. Karena itu, promosi yang dilakukan juga banyak melibatkan media sosial yang notabene akrab di keseharian generasi muda.

Hal senada juga disampaikan senior Vice President Citilink Arif Wibowo, pihaknya mengaku tidak takut dalam bersaing karena pasar punya segmen sendiri meskipun baru saja terpisah dari manajemen Garuda Indonesia.

Perseroan juga tetap optimis mampu bersaing, karena pasar di Indonesia masih belum mengenal dengan baik mengenai bentuk business LCC yang modern. Disamping itu, hal yang membedakan Citilink dengan low cost Airlines lainny adalah Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk yang sudah memiliki reputasi dan standar yang baik.

Bahkan guna menyiasati persaingan ketat tersebut, pihaknya akan menambah penerbangan regional pada tahun depan, "Tahun 2012 kita fokus memperkuat domestik, SIUP kita ada 70 penerbangan domestik, 16 rute regional dari Kemenhub. Tahun depan kita sudah masuk regional," ungkapnya. (bani)