Orang RI Pertama Taklukkan Siberia - Jeffrey Polnaja

NERACA

Jeffrey Polnaja berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang mampu menaklukkan kawasan liar dan beku Siberia, Rusia. Menjelajah dengan sepeda motor besar BMW R1150GS bernopol B 5010 JP, Jeffrey memerlukan waktu hampir sepuluh hari untuk menembus medan jalan sulit sejauh lebih dari 7.000 Km dari Novosibirk hingga Vladivostok.

Tahapan perjalanan pria yang akrab disapa Kang JJ ini dimulai pada 5 Agustus 2012 dan tiba pada 27 Agustus 2012 di Vanino, sebuah kota pelabuhan di ujung Timur Rusia. Jeffrey mengaku menerima banyak rintangan selama perjalanan. Kelelahan dan tekanan suhu adalah tantangan terbesar. Medan jalan off-road sejauh hampir 3.000 Km harus ditaklukkan di tengah tekanan suhu dingin yang tak jarang menembus minus 3 derajat Celcius. Padahal cuaca Siberia saat ini sedang musim panas.

"Sebuah kebanggaan bagi saya, dan tentunya bangsa Indonesia, ketika teman-teman bikers di Vanino menyatakan saya sebagai orang pertama dari Indonesia yang mampu menembus Siberia," kata Jeffrey yang dijemput kelompok bikers dari Wild Riders Novosibirks Bikers Club dan Black Unicorns di kota pelabuhan Vanino.

Kepada Jeffrey, para pecinta sepeda motor di kota tersebut juga menyampaikan rasa salutnya terhadap stamina fisik, keterampilan bersepeda motor, dan keberanian orang Indonesia.

"Mereka tahu saya dari negara beriklim tropis dan panas, namun harus mengendarai sepeda motor di tengah bekunya suhu Siberia. Jadi sebuah kejutan bagi mereka karena Indonesia tidak mengenal salju dan dingin," ungkap pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 63 tahun silam itu.

Jeffrey sendiri mengakui bahwa Trans Siberia menyimpan tantangan yang luar biasa liar. Hambatan medan jalan, terpaan suhu beku, hingga ancaman keamanan menghantui bagi siapapun yang melintasi kawasan itu. Tak jarang dia harus melalui jalan lurus seperti tak berujung. Namun kerap pula dirinya harus ekstra waspada ketika menghadapi jalur berliku di bibir jurang.

Bikers setempat mengatakan, hanya segelintir penjelajah dunia tangguh yang mampu menaklukkan Siberia. Bahkan tak semua bikers di dekat kawasan Siberia yang berani meladeni daerah yang menjadi tempat hunian macan Siberia yang tak kenal ampun itu.

Setidaknya, berita tentang kematian pengelana dengan sepeda motor dari Jepang, Ohnita Kaiti, tiga bulan silam membuktikan betapa nyawa begitu murah di Siberia. Ohnita tewas setelah menerima 30 tikaman dari sekelompok penjahat yang hendak merampok dirinya. Tubuh Ohnita ditemukan membeku di dalam tenda tanpa sepeda motor dan barang-barang bawaannya.

Buasnya kawasan Siberia juga diakui penjelajah asal Inggris, Christ Bright. Ketika bertemu Kang JJ di Ulaan Bator, Mongolia, Christ mengatakan, saat ini masih lebih banyak pendaki yang berhasil menaklukkan Gunung Everest daripada penjelajah yang sanggup melintasi Siberia. Meski begitu, ungkapan ini mungkin tidak akan berlaku pada tahun-tahun ke depan mengingat pekerjaan konstruksi infrastruktur di Trans Siberia akan selesai dalam waktu dekat.

Selama penjelajahan di Trans Siberia Jeffrey mengaku selalu berusaha untuk bermalam di kawasan aman bersama sopir-sopir truk. "Bermalam di tempat-tempat aman selalu menjadi target penting bagi saya setiap hari. Ini yang membuat motivasi saya selalu hidup di tengah medan jalan yang berat dan tekanan suhu yang sangat dingin."

Jeffrey bahkan mengaku sempat berkendara sejauh 1.450 Km dalam satu hari. Jarak ini terbilang sangat jauh. Terlebih untuk sebuah perjalanan dengan sepeda motor di jalur yang tak seluruhnya aspal mulus. Apalagi Jeffrey baru saja dirundung retak tulang lutut kaki kiri akibat kecelakaan di Kazakhstan akhir Juli lalu.

"Perjalanan Ride For Peace mengokohkan eksistensi Indonesia dalam dunia penjelajahan di dunia internasional,” demikian ungkap Duta Besar RI di Rusia, Djauhari Oratmangun kepada Jeffrey.

“Keberhasilan ini tentunya membanggakan kita semua,” lanjutnya.

Karena itu, ketika diwawancara dua stasiun televisi lokal, TV Rusia Kanal 49 Novosibirks dan ASTV, Jeffrey tak lupa mempromosikan kehebatan Indonesia di tengah cerita misi Ride for Peace kedua yang sedang dijalaninya. "Keberhasilan saya melintasi Siberia adalah keberhasilan bangsa Indonesia. Sebagai putra bangsa sudah sewajarnya saya membanggakan Tanah Air," lanjut Jeffrey.

Jeffrey yang saat ini sedang berada di Semenanjung Sakhalinsk yang berbatasan dengan Jepang di Utara, akan melakukan pelayaran singkat menuju Negeri Sakura. Sebelumnya, dalam beberapa hari, Jeffrey telah melakukan eksplorasi ke berbagai daerah di sekitar Novosibirsk.

"Terpenting dari keberhasilan saya melalui kawasan liar Siberia adalah kembalinya waktu sesuai perencanaan awal. Sejak kecelakaan di Kazakhstan saya khawatir jadwal Ride for Peace akan terganggu. Tapi berkat doa dan dukungan seluruh bangsa Indonesia, kini saya mampu kembali pada jadwal, dan bersiap menghadapi tantangan-tantangan lain yang pasti tak kalah hebat di negara-negara lain."

BERITA TERKAIT

Pajak Bidik Orang Kaya

Setiap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi nasabah bank di luar negeri  sekarang tidak bebas lagi seperti beberapa tahun lalu.…

Kampung Digital Pertama Netzme Hadir di Ciamis

Setelah sukses meluncurkan Netzme sebagai aplikasi pembayaran berbasiskan kreativitas karya anak bangsa 100% di Pekalongan awal Maret lalu, Netzme langsung…

Pertama Kali, Indonesia Siap Gelar Festival Dangdut Termegah

Pertama Kali, Indonesia Siap Gelar Festival Dangdut Termegah NERACA Jakarta - Musik dangdut sudah menjadi bagian budaya Indonesia. Mengusung musik…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Sebanyak 26 Merek Motor-Mobil Disebut Ramaikan IIMS 2019

Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 akan kembali digelar pada 25 April hingga 5 Mei 2019 di JIExpo Kemayoran,…

Mazda CX-30 2020 Mulai Dipasarkan Semester Kedua 2019

Mazda baru-baru ini meluncurkan model teranyarnya dalam jajaran crossover kompak, Mazda CX-30 2020 yang akan dipasarkan di seluruh dunia mulai…

Peugeot Motocycles Indonesia Perluas Jaringan Penjualan

  Produsen sepeda motor asal Prancis yang dikenal melalui produk skuter premium, berencana memperluas jaringan penjualannya dengan mengundang para investor…