Melindungi Kreativitas dengan Hak Intelektual

NERACA

Maraknya peluang dan banyaknya pekerja kreatif yang bermunculan di pelbagai daerah, tentunya membuat persaingan pasar di industri tersebut semakin hari semakin meningkat pesat.

Namun kemajuan tak lekang dari persoalan, terutama kasus pembajakan produk ataupun kasus pencurian ide kreatif. Pelbagai produk kreatif seperti piranti lunak (software), desain, produk fashion, aneka kerajinan, buku, permainan interaktif, film, video, musik, maupun produk kreatif lainnya, termasuk produk yang rentan terusik karena gangguan tersebut.

Kondisi ini memang cukup memprihatinkan, bila hasil karya intelektual para pekerja kreatif yang tak ternilai, dapat dibajak dengan begitu mudahnya oleh pihak lain yang ingin mendapatkan untung besar dari tindakan curang tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku industri kreatif untuk melindungi karya ciptanya. Yang pertama yaitu melengkapi produk kreatif dengan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), hal ini penting karena produk kreatif perlu dilindungi dan didokumentasikan untuk meningkatkan nilai tambah produk tersebut.

Melalui HAKI maka hak paten, merek, desain industri, perlindungan integrated circuit, rahasia dagang, indikasi geografis asal barang, dan varietas tanaman dapat dilindungi hak intelektualnya secara hukum.

Pemerintah terus berupaya mengembangkan ekspor produk Indonesia terutama produk usaha kecil menengah yang berbasis ekonomi kreatif. Melalui kepemilikan HaKI, hasil olah pikir dan kreativitas pelaku usaha dapat dilindungi dan dinikmati secara ekonomis sehingga akan meningkatkan gairah dunia usaha untuk menciptakan produk kreatif lainnya.

Karena dengan sistem HaKI yang baik, akan tercipta peningkatan karya intelektual, penelitian, dan pengembangan yang mampu menghasilkan teknik dan teknologi baru serta tercipta produk-produk yang berkualitas dan handal.

Pemerintah pun akan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengajukan permohonan pendaftaran HaKI dan meningkatkan anggaran untuk pengurusan HaKI agar lebih cepat.

Dirjen HaKI Kemenhukham Andi Noorsaman Sommeng mengatakan sampai saat ini baru sekitar 1.000 produk usaha kecil menengah yang mendaftarkan HaKI. Jumlah HaKI yang diterbitkan pihaknya, kata Andi, sebenarnya sudah mencapai 63.000 HaKI.

“Sekitar 7% dari angka itu, merupakan HaKI untuk produk dalam negeri sementara angka terbesar didominasi dari luar negeri,” ujarnya. Kini pihaknya telah menargetkan untuk meningkatkan persentase hingga 15% pada masa mendatang.

BERITA TERKAIT

RI Bukukan Kontrak Dagang US$130 Juta Dengan Mesir

NERACA Jakarta – Indonesia membukukan kontrak dagang senilai 130 juta dolar AS sebagai tindak lanjut kegiatan misi dagang ke Mesir…

Jokowi Pimpin Negara dengan Bobot Governance yang Sangat Kuat dan Bagus - Menteri LHK

Jokowi Pimpin Negara dengan Bobot Governance yang Sangat Kuat dan Bagus Menteri LHK NERACA Bogor - Ribuan massa menghadiri acara…

DPD LPM Kota Sukabumi Kecewa Dengan Kegiatan Musrenbang

DPD LPM Kota Sukabumi Kecewa Dengan Kegiatan Musrenbang NERACA Sukabumi - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…