Tingkatkan Daya Saing, Pemajuan Jam Perdagangan Diperlukan

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengupayakan adanya percepatan jam perdagangan di industri pasar modal nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit jarak pembukaan perdagangan di Indonesia dengan bursa-bursa utama lainnya di wilayah regional, seperti bursa saham Hong Kong (Hong Kong Exchange/HKEX) dan bursa saham Singapura (Singapore Exchange/SGX). Sehingga kondisi negatif dari eksternal, tidak berimplikasi negatif terhadap pasar saham dalam negeri.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, selama ini terkadang bursa dalam negeri terpaksa harus mendapatkan getah dari apa yang tengah terjadi di luar. “Walaupun secara fundamental kita bagus, kinerja emiten juga sedang baik, tiba-tiba indeks terpaksa harus melemah hanya karena bursa regional sedang turun. Maka dengan jam perdagangan dimajukan, maka aktifitas transaksi relatif sama. Jadi lebih mandiri,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dengan memulai start sama, diharapkan perkembangannya bisa lebih baik. Saat ini jam perdagangan BEI, dimulai pada pukul 09.30 JATS (Jakarta Automatic Trading System) dan berakhir pada pukul 16.00 JATS. Perdagangan pra-opening dimulai pada 09.25 JATS. Transaksi perdagangan juga memiliki waktu istirahat yaitu pukul 12.00 hingga 13.00 JATS, sebagai peralihan dari dari perdagangan sesi I ke sesi II.

Nantinya pada aturan jam perdagangan yang baru, awal transaksi akan dimajukan 30 menit menjadi 09.00 JATS, dengan pra-opening dimulai 08.45. Sementara penutupan perdagangan tetap pada 16.00 JATS dengan ditambah sistem post closing sampai 16.15 JATS.

Sementara Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Yunita Linda Sari mengatakan, penambahan sistem post closing sebagai perangkat baru ditujukan untuk menghindari adanya potensi pembentukan harga semu yang terkadang dipraktikkan oleh oknum-oknum pelaku pasar yang tidak bertanggung jawab.

Dia menjelaskan, aturan jam perdagangan yang baru tersebut telah dimasukkan dalam revisi peraturan perdagangan bursa nomor II A yang saat ini telah berada di tangan Bapepam LK. Revisi tersebut telah ditandatangani dan diharapkan selesai secara penuh tahun ini, “Revisi peraturan perdagangan sudah dalam proses harmonisasi dengan peraturan-peraturan lain yang sudah ada. Saat ini sedang dikoordinasikan oleh biro perundangan dan hukum Bapepam LK,” tutur Yunita.

Sementara, analis pasar modal Satrio Utomo mengatakan, majunya jam perdagangan akan memberi kesetaraan bursa saham Indonesia dengan bursa utama di regional. Namun, perkembangan industri pasar modal nasional akan sangat ditentukan kinerja fundamental seluruh perangkat di dalamnya. Sentimen eksternal, lanjut dia, juga masih akan memberi pengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Ketika mau ditambah atau dimajukan, ya silahkan saja. Tapi, yang paling utama adalah masalah fundamental," kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

DPR: Waspadai Investor Sumber Daya Alam

NERACA Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Khilmi mengingatkan agar investor yang masuk di bidang pengelolaan sumber daya alam untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…