Tingkatkan Pinjaman Valas, Mandiri Jual Obligasi Rekap US$ 100 Juta

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menjual obligasi rekapitulasi sebesar US$ 100 juta pada tahun 2012 ini. Penjualan ini menyusul obligasi rekap sejumlah US$ 180 juta yang sudah dijual sebelumnya kepada Bank Standard Chartered Singapura.

Direktur Finance dan Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan, obligasi rekap dapat dijual sebelum 17 Agustus 2012. Namun masih akan mundur sampai akhir kuartal ketiga tahun ini, “Karena masih ada beberapa hal yang perlu di bicarakan lagi, kami masih mendiskusikan dengan dua bank yang telah menyatakan minatnya. Tapi kami targetkan sebelum akhir kuartal III 2012 bisa selesai, “katanya di Jakarta kemarin.

Sebagaimana diketahui, Mandiri berencana menjual obligasi rekap sebesar US$ 180 juta ke Bank Standard Chartered dan berikutnya akan diselesaikan pinjaman dan penjualan obligasi rekap sebesar US$ 100 juta. Sekarang yang sudah closing sebesar kurang lebih US$ 250 juta.

Dia menambahkan bahwa selain dua bank yang berminat tersebut, masih ada satu bank lagi yang sedang dalam proses menuju deal, namun masih sangat awal dalam prosesnya. “Akan ada satu lagi tambahan banknya dari dua sebelumnya yang berminat. Yang satu kemarin sudah diskusi, sekarang satu lagi tambahannya. Yang saat ini sedang berjalan lebih lanjut yaitu satu bank, memang ada satu lagi menjadi tiga bank yang berminat) yang masih ada di pipeline tapi itu masih cukup jauh prosesnya. Yang sekarang sudah betul-betul akhir yaitu satu bank. Kita belum bisa sebutkan bank asing atau bukan,” jelas Pahala.

Karena yang sudah cair adalah sebesar US$ 250 juta, maka tersisa dana pinjaman valas perseroan yang dibutuhkan di tahun ini sebesar US$ 130 juta. Dana pinjaman valas ini bisa saja dibagi dua ke dua perbankan yang sedang dalam tahap negoisasi tersebut.

Kata Pahala, nantinya penjualan obligasi rekap itu akan ditukar dengan kredit atau pinjaman valuta asing (valas) dengan nilai yang sama. “Kita ingin mendapatkan pinjaman valas kurang lebih US$ 100 juta juga. Tenor untuk ini adalah 3 sampai 5 tahun,”ungkapnya.

Alasan untuk memenuhui kebutuhan dana pinjaman valas, lanjut Pahala karena perseroan ingin meningkatkan kredit valasnya. Hal itu disebabkan pertumbuhan kredit valas perseroan selama semester pertama 2012 hanya tumbuh 8,5% atau menurun dibanding pertumbuhan kredit valas perseroan di kuartal pertama 2012 sebesar 10%.

Selain itu, tambahan pinjaman valas ini pun dapat mengerek target portofolio kredit valas Bank Mandiri sebesar Rp 62 triliun di akhir 2012. Kemudian soal penjualan obligasi rekap yang berkelanjutan, Pahala bilang bahwa pihaknya masih mengkaji ini lebih dalam sebelum memutuskan. “Mungkin kalau untuk berikutnya kita akan kaji lagi, tapi memang kita lihat antara US$ 350 – 480 juta yang sekarang sedang dikaji,”jelasnya. (ria)

BERITA TERKAIT

Penjualan Meningkat, Mitsubishi Fuso Fokus Perkuat Layanan Purna Jual

Penjualan Meningkat, Mitsubishi Fuso Fokus Perkuat Layanan Purna Jual NERACA Jakarta – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor…

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

Bank Mandiri Lanjutkan Rencana Buka Cabang di Filipina

  NERACA   Jakarta - Bank Mandiri meneruskan rencana untuk membuka kantor cabang di Filipina seusai DPR memberikan persetujuan atas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…