Sepi Transaksi, IHSG Belum Semangat Menguat

NERACA

Jakarta – Meskipun transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepi lantaran menyambut libur Lebaran, namun indeks harga saham gabungan (IHSG) Selasa berhasil ditutup menguat 19,026 poin (0,46%) ke level 4.121,556. Sementara Indeks LQ45 bertambah 3,948 poin (0,55%) ke level 709,977. Rupanya, investor sudah kurang bersemangat menghadapi libur panjang Lebaran.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks BEI ini disokong oleh sentimen positif dari Eropa yakni data pertumbuhan ekonomi Jerman dan Perancis yang diatas ekspektasi, “Berita itu menjadi angin segar ditengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan Asia setelah Jepang mencatat perlambatan pertumbuhan dan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi China," katanya di Jakarta, Selasa (14/8).

Menurutnya, penguatan indeks BEI ditengah sepinya transaksi perdagangan menjelang libur lebaran merupakan langkah positif bagi investor untuk tetap mempertahankan daya beli. Kendatipun demikian, penguatan ini tidak akan berlangsung lama karena menyambut libur panjang.

Oleh karena itu, dia memprediksikan IHSG Rabu akan bergerak "mixed" terbatas dengan kecenderungan melemah karena sepinya sentimen positif pada perdagangan. Karena itu, indeks Rabu akan berada di kisaran support-resistance 4.090-4.149 poin.

Dirinya pun merekomendasikan saham-saham yang layak dikoleksi adalah Alam Sutera Realty (ASRI), Ramayana Lestari Sentosa (RALS), XL Axiata (EXCL), Semen Gresik (SMGR), Cowell Development (COWL).

Pada perdagangan kemarin, penguatan dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor aneka industri. Hal ini juga menjadi balik arah indeks ke zona hijau menjelang penutupan perdagangan. Perdagangan didominasi investor asing, investor lokal malah lesu. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 134,055 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 73.730 kali pada volume 5,503 juta lot saham senilai Rp 2,536 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 106 saham turun, dan 120 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta (DLTA) naik Rp 15.000 ke Rp 210.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 900 ke Rp 13.000, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 25.500, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 12.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fastfood (FAST) turun Rp 1.000 ke Rp 13.000, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 150 ke Rp 2.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 51.350, dan Petrosea (PTRO) turun Rp 100 ke Rp 2.300.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menipis 10,730 poin (0,27%) ke level 4.091,800. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 1,892 poin (0,27%) ke level 704,137. Meski minim transaksi, aksi jual tetap marak di pasar, terutama di saham-saham unggulan. Pelemahan kali ini dipimpin saham-saham infrastruktur.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 39.220 kali pada volume 3,073 juta lot saham senilai Rp 1,154 triliun. Sebanyak 64 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 450 ke Rp 12.550, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 25.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 37.800, dan Eatertaintment (SMMT) naik Rp 175 ke Rp 2.525.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 50.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 50.900, ABM Investama (ABMM) turun Rp 200 ke Rp 3.375, dan Telkom (TLKM) turun Rp 200 ke Rp 8.750.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,36 poin ke posisi 4.116,89, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,65 poin (0,52%) ke level 709,68, “IHSG cenderung mengikuti bursa regional. Dimana mayoritas bursa regional dibuka menguat tipis setelah bank sentral Jepang menyatakan masih ada potensi untuk melakukan stimulus moneter untuk memperbaiki perekonomian Jepang," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia mengatakan, pasar mengantisipasi rilis data produk domestik bruto (PDB) katal II 2012 Uni Eropa dengan ekspektasi terkontraksi 0,2%. Kemudian minimnya sentimen pasar di domestik akan membuat pergerakan IHSG mengikuti pergerakan bursa regional.

Namun demikian, rencana BI untuk meregulasi uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) bagi perbankan syariah diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi sektor perbankan.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 132,36 poin (0,66%) ke level 20.213,72, indeks Nikkei-225 naik 62,60 poin (0,70%) ke level 8.947,75 dan Straits Times menguat 8,93 poin (0,29%) ke level 3.073,74. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Merefleksikan Semangat Natal untuk Indonesia Damai & Bermartabat

  Oleh: Faturahman Dewantara, Pemerhati Masalah Sosial, aktif di Lembaga Kajian Ketahanan Sipil   Seolah telah menjadi tradisi bahwa setiap…

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah yang menerapkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…