Nilai Positif Berpuasa Pada Pelajar

NERACA

Ramadhan dapat dijadikan sebagai momen yang tepat oleh sekolah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat membentuk karakter positif siswa.

Sekolahtidak sepantasnya membiarkanbulan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa kegiatan yang bermanfaat. Ramadhan dapat dijadikan sebagai momen yang tepat oleh sekolah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat membentuk karakter positif siswa. Dengan tumbuhnya generasi bangsa berkarakter positif diharapakan mampu membawa bangsa ini kepada bangsa yang bermartabat. Bangsa yang menjunjung tinggi kejujuran, toleransi dan cinta damai.

Salah satu kegiatan yang dapat membangkitkan dan membentuk karakter positif pada siswa adalah pesantran kilat. Dengan kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh pihak sekolah di bulan Ramadhan ini, para guru sebagai sosok teladan dapat memasukkan nilai-nilai positif dengan memberikan motivasi kepada siswa.

Dengan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, para siswa diajak untuk merasakan bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. Dengan demikian diharapkan tumbuh dalam diri siswa kepekaan sosial untuk saling berbagi. Selain itu, dengan berpuasa, sifat dalam diri siswa, seperti sabar, tahan terhadapa godaan, dan menjunjung tinggi kejujuran akan terbentuk dengan sendirinya.

Di sinilah bulan Ramadhan dapat dimanfaatkan sebagai momen pembentukan karakter manusia yang jujur. Kejujuran saat ini merupakan barang yang langka di negeri ini. Jika di cermati, maraknya tindak korupsi bermula dari ketidak jujuran dimana ketidakjujuran berakibat pada pengkhianatan terhadap amanat yang diberikan.

Penanaman sikap toleransi di bulan Ramadhan juga sangat diperlukan. Siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa menghormati kepada siswa yang berpuasa. Sebaliknya siswa yang berpuasa hendaknya tidak mencela kepada siswa yang tidak berpuasakarena alasan keyakinan atau alasan lainnya.Di sini sikap saling menghormati , toleransi dan cinta damai selalu dibina.

Sedangkan di akhir Ramadhan, sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan pembagian zakat fitrah dengan melibatkan siswa. Dalam kegiatan ini siswa dilatih mengorganisasi sebuah kegiatan sosial keagamaan dan mendalami kehidupan sesama yang kurang mampu.

Dalam berorganisasi semacam inilah siswa akan tertanam sikap demokratis, disiplin, dan kerja keras. Sangat sayang jika sekolah hanya sekedar mengumpulkan zakat fitrah tanpa keterlibatan siswa untuk mengelola hasil pengumpulan dan penyalurannya.

Melalui kegiatan ini kecerdasan sosial para siswa juga turut terasah. Sikap kasih sayang, peduli terhadap sesama akan meningkat seiring dengan kegiatan nyata. Dengan melibatkan siswa dalam pengumpulan dan pembagian zakat fitrah siswa belajar bagaimana mereka berinteraksi sosial terhadap lingkungan di sekitar sekolah.

BERITA TERKAIT

Pasar Modal di Bali Diyakini Tumbuh Positif - Dampak Penyederhaan Kebijakan

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja pasar modal dan industri keuangan nonbank di Bali dan Nusa Tenggara…

ERP Segera Diterapkan Pada 2019

      NERACA   Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menargetkan sistem jalan berbayar elektronik (ERP) dapat diterapkan…

Nilai Tukar Petani Sumsel Turun 0,33 Persen

Nilai Tukar Petani Sumsel Turun 0,33 Persen  NERACA Palembang - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Januari…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pengembangan Strat Up Dimulai dari Kampus

      Pengembangan perusahaan pemula atau "start-up company" harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas…

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…