Reksa Dana Syariah Berpeluang Tumbuh Pesat

NERACA

Jakarta – Industri reksa dana syariah masih berpeluang terus mencatatkan pertumbuhan yang signifikan lantaran potensi pasarnya yang belum digarap secara serius. Bahkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, secara kumulatif sampai saat ini baru ada 50 reksa dana syariah yang aktif.

Pejabat sementara Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega mengatakan, sampai saat ini baru ada 50 reksadana syariah yang aktif dengan pangsa pasar sukuk sampai saat ini tercatat sebesar 3,17%, “Meskipun dari segi jumlah reksa dana syariah tidak mengalami perubahan jika dibandingkan posisi akhir tahun 2011, perkembangan reksa dana syariah dari sisi kinerja pada paruh kedua tahun ini dinilai tidak berbeda dengan kinerja reksa dana konvensional,”katanya di Jakarta kemarin.

Total nilai aktiva bersih reksa dana mencapai Rp 5,78 triliun, atau tumbuh 3,87% dari akhir tahun 2011. Adapun proporsi NAB reksa dana syariah dibandingkan total NAB reksa dana yang aktif saat ini mencapai 3,23%.

Sementara Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar mengatakan, industri reksa dana syariah akan terus bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan perbankan syariah. Alasannya, tingkat pertumbuhan reksa dana syariah akan dipicu oleh kegiatan transaksi ekonomi syariah secara umum yang saat ini menunjukkan geliat yang menggembirakan.

Menurutnya, perbankan syariah dahulu bisa dikatakan hanya sebagai window, tetapi kini sudah ada 11 bank syariah di Indonesia, “Hal ini merupakan tanda pertumbuhan yang cukup baik bagi keuangan syariah lainnya,”ungkapnya.

Selain itu, imbal hasil produk-produk syariah juga sudah lebih baik. Investor-investor reksa dana syariah pun tidak hanya dari kalangan muslim. Saat ini tercatat, dari kalangan nonmuslim, baik institusi mapun perorangan banyak yang mencari produk syariah, karena memberikan imbal hasil yang tinggi, produknya lebih etis dan dinilai lebih sehat.

Kendala Berkembang

Kata Agus B. Yanuar, salah satu hal yang menjadi kendala bagi pertumbuhan reksa dana syariah dikarenakan produk syariah hanya dijadikan sebagai pelengkap sehingga tidak mencukupi untuk menjadikan instrumennya likuid.

Dia mencontohkan, dari Rp1 triliun dana kelolaan, syariah hanya sekitar 250 miliar karena memang ekspektasi pasarnya masih kecil. Menurutnya, idealnya, satu emisi untuk syariah minimalnya adalah Rp2 triliun rupiah. “Dari 200 triliun dana kelolaan AUM di reksa dana, syariah sendiri baru Rp5 triliun. Hal itu karena instrumennya terbatas dan pembeli produk syariah juga tidak terkonsentrasi penuh seperti halnya konvensional.” jelasnya.

Selain itu, untuk bisa menjual produk-produk syariah, harus memiliki sertifikat wakil agen penjual efek reksa dana (WAPERD) dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dan saat ini masih sangat sedikit yang memiliki WAPERD. Oleh karena itu, tidak semua perbankan syariah yang bisa menjadi agen penjual produk-produk syariah.

PT Samuel Aset Managemen mencatat, sampai dengan awal Agustus perkembangan reksa dana syariahnya mampu mengimbangi reksa dana konvensional. Sementara untuk reksa dana konvensional tercatat sebesar 19%, sedangkan syariah, 18% (year to date). Rencananya, di kuartal keempat tahun ini, pihak Samuel akan memperkenalkan saham syariah kepada publik. (lia)

BERITA TERKAIT

Hotel Syariah Solo Tawarkan Perawatan Kecantikan Syariah

Hotel Syariah Solo telah menawarkan Spa sebagai pelayanan perawatan kecantikan, kesehatan kebugaran berkonsep syariah kepada para tamu yang menginap lebih…

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…