KPEI : Pinjam Meminjam Efek Capai Rp 544,18 Triliun - Kinerja Semester I-2012

NERACA

Jakarta – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatatkan kegiatan pinjam-meminjam efek (PME) mencapai Rp544,18 triliun hingga 31 Juli 2012. Rata-rata total outstanding pinjaman harian menjadi sebesar Rp2,54 miliar dibandingkan dengan nilai total tahun lalu per Juli 2011 sebesar Rp5,21 miliar.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Disebutkan, untuk meningkatkan aktifitas transaksi PME, KPEI melakukan berbagai upaya melalui kunjungan kepada anggota PME KPEI untuk mensosialisasikan program pinjam meminjam efek KPEI.

Selain itu, KPEI melakukan upaya perluasan transaksi pinjam meminjam efek melalui pengembangan jasa layanan yang berupa PME bid offer dan PME bilateral seperti yang telah berlaku secara internasional. KPEI juga mengembangkan konsep transaksi repo dengan menggunakan global master repurchase agrement yang berlaku internasional.

Adapun sepanjang periode 2012 (Januari-Juli), gagal bayar dalam penyelesaian transaksi bursa oleh anggota kliring tidak pernah terjadi atau nihil. Sementara itu, penggunaan fasilitas intraday untuk penyelesaian transaksi bursa melalui metode continuous settlement NOC SDI periode Januari- Juli 2012 antara lain rata-rata harian Rp552,34 miliar, rata-rata bulanan Rp4,93 triliun. Total penggunaan fasilitas intraday mencapai Rp34,54 triliun.

Sebelumnya, KPEI berencana mengaktifkan kembali pinjam meminjam efek (PME) sebagai upaya untuk meningkatkan likuiditas pasar. KPEI akan mengkaji rencana tersebut, baik dari supply dan demand.

Direktur KPEI Hasan Fawzi pernah bilang, perlu lebih banyak lender (pihak yang meminjamkan) maupun borrower (yang meminjam). Investor institusi yang biasanya memegang saham dalam jangka panjang akan diajak menjadi lender,”Nasabah atau investor retail yang punya efek tapi tidak aktif mentransaksikannya juga bisa menjadi lender. Dari meminjamkan efeknya ini, maka nasabah bisa mendapatkan fee,"katanya.

Dia mengatakan, PME selama ini lebih digunakan untuk membantu anggota kliring (AK) untuk memenuhi kebutuhan efek sementara, untuk menghindari terjadinya kegagalan penyelesaian transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan mengaktifkannya kepada investor tentu akan lebih bermanfaat, terutama untuk meningkatkan aktifitas perdagangan di pasar saham,”Saat ini kan sudah sampai ke level subrekening nasabah. Kami sedang mensosialisasikan kepada anggota bursa supaya bisa mengajak nasabahnya untuk turut serta aktif dalam transaksi PME ini," tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

Birokrasi Perizinan vs Kinerja Aparat

Proses percepatan perizinan berusaha dan berinvestasi di Indonesia tampaknya mudah diucapkan, namun sangat sulit diterapkan realisasinya di lapangan. Pasalnya, hingga…

Multipolar Bukukan Penjualan Rp 12,80 Triliun

PT Multipolar Tbk (MLPL) meraih penjualan sebesar Rp12,80 triliun hingga periode 30 September 2017 turun tipis dibandingkan penjualan Rp12,89 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…