Pertamina Jamin Penyaluran Migas Lewat FSO Abherka

NERACA

Jakarta - Tahun ini Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) mempunyai target produksi minyak sebesar 20.000 barel per hari dan gas sebesar 166,4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Produksi gas dari WMO dialirkan kepada PLN, PGN, BUMD Gresik, dan Media Karya Sentosa sehingga secara tidak langsung beroperasinya Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka akan memberikan jaminan kelangsungan pengaliran gas bagi listrik dan industri di sekitar Jawa Timur.

FSO Pertamina Abherka menjadi fasilitas penampungan minyak terapung pertama milik Pertamina Perkapalan yang dioperasikan untuk menjamin kelancaran operasi dalam produksi minyak dan gas PHE WMO. Penggunaan FSO yang proyek pembangunannya ditangani oleh Pertamina Perkapalan ini merupakan wujud sinergi antara Pertamina dan anak perusahaan dalam upaya optimalisasi sumber daya di antara keduanya.

“Ini merupakan salah satu bentuk sinergi positif antara Pertamina dan anak-anak perusahaan yang diharapkan bisa terwujud pada proyek-proyek lainnya dalam rangka optimalisasi sumber daya yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan kontribusi bagi penerimaan Negara melalui Pertamina,” tutur Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan melalui siaran persnya saat meresmikan FSO Pertamina Abherka di Surabaya, Rabu (8/8).

FSO Pertamina Abherka adalah hasil konversi kapal tanker MT. Geudongdong dan merupakan proyek konversi pertama yang dilaksanakan oleh Pertamina Perkapalan. Pertamina Perkapalan juga akan mengoperasikan FSO tersebut selama 10 tahun di daerah operasi PHE WMO tanpa docking, dengan nilai kontrak US$71 juta.

FSO Pertamina Abherka memiliki kapasitas 600.000 barel dan dapat melayani akomodasi untuk 150 pekerja. Dengan FSO Pertamina Abherka, PHE WMO dapat menampung minyak hasil produksi sampai 30.000 barel per hari sehingga akan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian target lifting minyak nasional.

Kelancaran Operasi

Dengan pergantian FSO diharapkan PHE WMO dapat meminimalisasi downtime pada saat melaksanakan lifting minyak. “Adanya FSO Pertamina Abherka juga sangat menunjang kelancaran operasi yang akan berdampak positif bagi penyediaan energi di wilayah Jawa Timur sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat dapat dipacu,” ujar Karen.

Sementara, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R. Priyono mengatakan proyek konversi FSO Pertamina Abherka telah mendorong mewujudkan Indonesia Incorporated, dimana industri hulu migas telah memberdayakan industri-industri lainnya seperti industri perkapalan, perbankan, dan lain-lain. Dia juga mengatakan pengerjaan FSO Pertamina Abherka memperlihatkan hasil yang membanggakan baik dari segi tingkat kandungan local content maupun dari sisi waktu pengerjaan.

"Pengerjaan konversi ini mempunyai pencapaian kandungan lokal sebesar 70%, dan dari sisi waktu, pengerjaan konversi ini dilakukan dengan waktu yang sesuai dengan rencana yaitu 10 bulan. Proyek ini sejalan dengan salah satu paradigma baru industri hulu migas yaitu tidak hanya menjadi penghasil penerimaan negara, tetapi meningkatkan kapasitas nasional.," ujar Priyono.

Nilai tingkat kandungan lokal terus menunjukkan peningkatan dari tahun 2007. Di tahun 2011 total nilai komitmen pengadaan barang atau jasa di seluruh Kontraktor KKS mencapai lebih dari US$11,81 miliar dengan komitmen TKDN agregat 60,63%. "Saya berharap TKDN akan terus meningkat di masa yang akan datang," ujar Priyono.

BERITA TERKAIT

Pertamina Santuni 38 Ribu Anak Yatim dan Dhuafa - Sinergi Dalam Kebaikan

Memanfaatkan keberkahan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, PT Pertamina (Persero) pacu meningkatkan kinerja dan semangat spiritualitas dengan…

PLN Jamin Pasokan Listrik Pilkada Jabar 2018

PLN Jamin Pasokan Listrik Pilkada Jabar 2018 NERACA Bandung - Perseroan Terbatas PLN Jawa Barat menjamin keandalan pasokan listrik terkait…

BEI Sambut Baik Wacana MTN Lewat Bursa - Perkuat Transparansi

NERACA Jakarta – Wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) melalui bursa atau pasar…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…