Emiten Multifinance Kebanjiran Permintaan Mobil Bekas - Tumbuh 20% Jelang Mudik

NERACA

Jakarta – Besarnya permintaan pasar penjualan mobil bekas jelang lebaran, menjadi incaran emiten pembiayaan kendaraan (multifinance) untuk menggenjot kinerjanya di paruh waktu tahun ini.

BCA Finance mempunyai cara sendiri untuk meraup besarnya pasar pembiayaan sebulan ke depan. Presiden Direktur BCA Finance, Roni Haslim pernah bilang, pihaknya menurunkan suku bunga untuk menghadapi persaingan selama Ramadan.

Suku bunga pembiayaan satu tahun dari 4,65% menurun menjadi 3,99%. Pembiayaan dua tahun, layu dari 4,95% menjadi 4,65%. "Pembiayaan tiga tahun dari 5,1% menjadi 4,99%. Sedangkan pembiayaan empat tahun dari yang tadinya 5,75% menjadi 5,65%," kata Roni, akhir pekan lalu.

Suku bunga akan kembali normal seusai Lebaran dengan tetap mempertimbangkan pasar kondisi pasar. Dirinya pun menyakini, pembiayaan kendaraan bermotor roda empat bakal tumbuh minimal 10% menjadi Rp 1,8 triliun sepanjang Ramadan dan Idul Fitri. Bulan-bulan sebelumnya, pembiayaan BCA Finance antara Rp 1,5 triliun-Rp 1,6 triliun per bulan.

Sementara pesaingnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk akan mengevaluasi dan merevisi target pembiayaan tahun ini seiring dengan dampak aturan Bank Indonesia soal batasan uang muka atau down payment (DP) kendaraan motor minimal 25% dan mobil minimal 30% yang mulai terasa.

Direktur Keuangan Adira Dinamika Multi Financa I Dewa Made Susila mengatakan, memasuki paruh kedua tahun ini target pembiayaan mengalami tren penurunan. Namun belum bisa dihitung berapa penurunannya, “Penjualan semester dua kita lihat sebulan dulu atau di bulan September untuk kemudian diambil langkah-langkah evaluasi,”katanya.

Menurutnya, saat ini perseroan belum merasakan adanya penurunan penjualan yang signifikan karena harus melihat tren pasar penjualan. Sementara untuk pembiayaan jelang lebaran tahun ini, kata Made juga mengalami penurunan.

Bila tahun lalu pembiayaan bisa mencapai Rp 3 triliun, maka ditahun ini hanya sekitar Rp 2,5 triliun. Kendatipun demikian, pembiayaan sepanjang semester pertama tahun ini sudah sesuai target.

Tetap Hati-Hati

Lain lagi strategi BFI Finance Indonesia. BFI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, mengingat aktivitas usaha pembiayaan bulan ini hanya memanfaatkan momentum.

Direktur BFI Finance, Cornellius Henry khawatir, jika jor-joran memberikan pembiayaan, pembayaran berpotensi mandek. "Kalau kebutuhan hanya untuk Idul Fitri, kekhawatiran kami, pembayaran kredit macet setelahnya,"ujarnya.

Namun, Henry percaya, BFI akan mencetak kenaikan pembiayaan sekitar 10% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Si pendorong, naiknya permintaan dan promosi. Asal tahu saja, manager senior pemasaran bursa mobil bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengatakan, kenaikan permintaan mobil bekas, disebabkan oleh melonjaknya permintaan pada segmen kendaraan serbaguna (MPV) seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bagi kebutuhan mudik Lebaran.

Tercatat 50% pembeli kendaraan mobil bekas berasal dari daerah. Sedangkan penjualan pada Agustus ini diperkirakan akan terus meningkat seiring kebutuhan mobil pada masa Lebaran.“Diperkirakan penjualan pada bulan ini akan meningkat sebesar 20%. Lebaran adalah masa-masanya panen mobil bekas,” ujarnya.

Herjanto menambahkan, pasar mobil bekas akan mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik. Hal senada juga disampaikan Marketing penjualan MD Mobil, Yanto, transaksi pembelian mobil bekas Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan rata-rata 10 % menjelang perayaan Idul Fitri dibandingkan hari normal. "Tingginya penjualan mobil bekas jelang Lebaran sudah terasa sejak dua pekan menjelang Ramadhan," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…