Alokasi Domestik Diharapkan Capai 40% - Pengembangan Kilang LNG Tangguh

NERACA

Jakarta - Pengembangan fasilitas kilang LNG (Liqufied Natural Gas) Tangguh termasuk membangun train 3 kilang LNG Tangguh terus digenjot. Nilai investasi untuk pengembangan kilang LNG Tangguh tersebut mencapai US$12 miliar, dengan kilang berkapasitas 3,8 juta ton. Pemerintah mengharapkan alokasi gas untuk domestik minimal 40% dari total produksi.

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan, tahun depan BP Indonesia selaku operator Tangguh akan berkomitmen memasok kebutuhan dalam negeri sebesar 230 juta kaki kubik per hari (million metric standart cubic feet per day/mmscfd).

"Mereka baru MoU. Pada rapat kerja tadi BP Indonesia akan menambah pasokan domestik sebesar 230 mmscfd dari train 1 dan 2," ujar Kepala BP Migas R. Priyono di Kantor Pusat Pertamina, Selasa (7/8). Namun, pengalokasian tersebut masih tergantung infrastruktur dalam negeri yang saat ini belum berkembang. "Tapi tergantung dalam negeri. Efektif mulai 2013," tegasnya di Jakarta, kemarin.

Sementara, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita H. Legowo mengatakan, alokasi domestik sebesar 40% tersebut dalam bentuk LNG dan akan dipergunakan untuk PT Perusahaan Listrik Negara, untuk alokasi dalam bentuk gas, saat ini masih dalam perhitungan.

Komitmen BP

Evita memaparkan, komitmen BP untuk mengembangkan train 3 kilang LNG Tangguh itu, disampaikan perusahaan tersebut dalam pertemuannya dengan Menteri ESDM Jero Wacik dan jajarannya di London, dua pekan lalu. Mengenai waktu pembangunan kilang, tergantung pada Pemerintah Indonesia. “Kapannya tergantung kita. Kita belum mengatakan (waktunya). Tapi begitu kita go, BP akan siap. Tapi tentunya tetap harus lewat prosedur yang biasa,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia juga mengingatkan BP agar tetap menyiapkan listrik untuk daerah sekitar Tangguh dan industri. Pembangunan kilang LNG Tangguh train 3 merupakan salah satu dari 4 kilang yang direncanakan Pemerintah akan dibangun hingga 2022 mendatang. Pembangunan 4 kilang tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan penemuan lapangan gas yang relatif besar.

Tiga kilang LNG lainnya yang direncanakan akan dibangun adalah Kilang Donggi Senoro LNG yang rencananya akan dibangun tahun 2014 dengan kapasitas 2 juta ton per tahun (MMTPA), Kilang Masela LNG tahun 2016 dengan kapasitas 4,5 MMTPA dan Kilang Natuna LNG tahun 2022.

Saat ini Indonesia baru memiliki tiga kilang LNG yaitu Kilang LNG Arun yang berkapasitas 12,85 MMTPA, Kilang LNG Bontang dengan kapasitas 21,64 MMTPA dan Kilang LNG Tangguh yang berkapasitas 7,6 MMTPA.

BERITA TERKAIT

Matahari Bakal Rights Issue di Kuartal Pertama - Danai Pengembangan Bisnis

NERACA Jakarta – Dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…

Kepercayaan Investor Bawa IHSG Capai Rekor Baru

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Impor Ponsel Turun Drastis - Produksi Nasional Disebut Tembus 60 Juta Unit

NERACA Jakarta – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun…

Tekan Produk Ilegal - Sistem Validasi IMEI Ponsel Ditargetkan Beroperasi April 2018

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta operator telepon seluler (ponsel) akan melakukan langkah sinergi untuk…

KKP Fasilitasi Pembudidayan Ikan Berbasis Kemitraan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi peran BUMN dalam mendorong pemberdayaan pembudidaya ikan melalui implementasi program CSR dan…